1070 Siswa SMAK St. Yoseph Denpasar di Vaksin Sinovac, oleh Puskesmas Denpasar Barat II dan POLDA Bali

Denpasar [KP]-Sebanyak 1070 Siswa SMAK St. Yoseph Denpasar dari Hari Kamis Tanggal 08 Juli 2021-Jum’at 09 Juli 2021 di Vaksin Sinovac oleh Puskesmas Denpasar Barat II dan dibantu oleh Tim Kesehatan Polda Bali. Sejak memasuki pintu sekolah pengawasan prokes kesehatan telah dilakukan secara ketat oleh para guru dan pegawai sekolah SMAK St. Yoseph Denpasar, kondisi tersebut tentunya membuat rasa nyaman bagi siswa dan orang tua yang menghantar anaknya untuk di Vaksin, disamping adanya himbau secara terus menerus melalui sound sistem untuk selalu menjaga prokes. Dari pintu masuk siswa dan orang tua/wali yang menghantar sudah di cek panas badannya dan setelah itu diarahkan ketempat cuci tangan yang cukup banyak tersedia, jadi tidak ada antean panjang, para guru menanyakan kelas para siswa yang datang dan diarahkan di pos masing masing yang terbentuk 3 pos disekolah tersebut, sambil menunggu para siswa dan orang tua/wali menduduki tempat duduk masing masing dengan jarak sesuai prokes, kesan yang dapat diambil yaitu sekolah membuat persiapan yang begitu baik dengan suasana yang tenang dan sama sekali tidak terjadi kerumunan.

Luar biasa pengaturan prokes vaksinasi Covid-19 dengan Vaksin Sinovac (Bio Farma), patut diberikan acungan jempol dan sebagai percontohan buat para peserta Vaksin di tempat lain, semuanya diatur oleh para guru dengan dipimpin langsung kepala sekolah Suster Marliana Laiya. SCMM, S.Pd, yang baru saja dilimpahkan tanggung jawab sebagai kepala sekolah yang diserah terimakan pada tanggal 30 Juni 2021 lalu, sebelumnya suster Marliana Laiya telah menjadi kepala sekolah di SMP Bintang Laut, Nias Selatan. proses vaksinasi berlangsung lancar dan para siswa tanpa menunggu dalam waktu yang lama, semua berjalan mengalir bagai air secara teratur.

Siswa yang telah di vaksin tersebut akan kembali untuk vaksin yang kedua tanggal 2-3 september 2021, tentunya mengandung pertanyaan kenapa vaksin kedua dilakukan 8 minggu kemudian, sedangkan di sekolah lain yang ditangani oleh Provinsi dilakukan 4 minggu kemudian untuk penerimaan vaksin kedua tersebut. Setelah ditanyakan kepada Kadis Kesehatan Kota Denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes memang proses Vaksin pertama dan kedua bisa dilakukan dengan rentang waktu 4-8 minggu, respon yang cepat didapatkan dalam hitungan menit setelah di cek ke Pimpinan Puskesmas Denpasar Barat II, dipilihnya 8 minggu kemudian untuk mendapatkan vaksin kedua karena terbatasnya tenaga petugas Vaksin, Ibu Kadis Kesehatan Kota Denpasar meminta agar diberikan vaksin kedua untuk 4 minggu kemudian dan berjanji akan memberikan support tenaga medis dari Dinas Kesehatan Denpasar, sehingga proses vaksin pertama dan kedua dapat diberikan dengan rentang waktu 4 minggu, sama halnya seperti vaksinasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Provinsi. Patut diberikan apresiasi kepada Kadiskes Kota denpasar dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes atas respon cepat dan keputusan cepat dan tepat yang diberikan ketika dilakukan krafikasi hanya dalam hitungan menit saja respon tersebut, sehingga Herd Immunity dapat segera terbentuk di Kota Denpasar, salut kepada Bapak Walikota Denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara terhadap kinerja dari Kadis Kesehatan Kota Denpasar. semoga masyarakat Denpasar dan Bali segera memiliki Herd Immunity. A01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *