Dirjen Dikti Minta Terapkan Prokes Ketat bagi Pembelajaran Tatap Muka di PT

Denpasar[KP]-Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Prof. Nizam meminta kepada seluruh perguruan tinggi di Indonesia untuk menggelar kuliah tatap muka dengan protoko kesehatan (Prokes) yang ketat. “Kegiatan kuliah tatap muka bisa dilakukan tetapi harus dengan Prokes yang ketat. Terutama untuk mata kuliah yang sangat esensial, yang harus tatap muka,” ujarnya di Denpasar, Senin malam (21/6/2021). Ia meminta agar Prokes harus dijalankan secara ketat sebelum kembali menyelenggarakan pendidikan tatap muka yang berkualitas dan sesuai kebutuhan pembangunan serta tata kelola PT di daerah maupun nasional. Saat ini vaksinasi mencegah Covid-19 juga difokuskan terhadap dosen dan tenaga kependidikan (Tendik) dalam suatu sistem penyelenggara pendidikan di PTN di usia 40 tahun ke atas demi terwujudnya Herd Immunity. Rencananya mahasiswa-mahasiswi juga akan menjadi sasaran vaksinasi.
Pembelajaran daring kini dianggap belum sepenuhnya produktif bagi mahasiswa-mahasiswi, maka itulah disiplin perlu ditingkatkan kembali, bukan sebaliknya menambah jumlah angka Covid-19 dengan berkerumun.“Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di masa pandemi yang berorientasi dan berpusat pada mahasiswa, mengingatkan para mahasiswa untuk menjadi manusia unggul untuk Indonesia jaya. MBKM sendiri diselenggarakan secara nasional bersifat terbuka dan kedua diselenggarakan oleh masing-masing PT, sebagai inovasi dan akselerasi MBKM,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Kebijakan Ditjen Dikti dan Persiapan Pembelajaran Tatap Muka bersama 75 Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) bersama Pembantu Rektor (PR) di Indonesia, yang juga dipandu Dewan Pendidikan Tinggi.
Dia menjelaskan semester depan akan dipersiapkan menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan kebutuhan kompetensi dan kebutuhan penguatan karakter mahasiswa-mahasiswi, tetapi di saat yang sama juga harus dipastikan soal penularan Covid-19 supaya bisa ditekan serendah mungkin. Ia berharap bisa meninggalkan masa pandemi ini dengan protokol kesehatan (Prokes) yang ketat. Hal lainnya, aspek tata kelola perguruan tinggi untuk kemajuan dapat memotivasi perguruan tinggi yang lainnya, tentu saja demi mewujudkan cita-cita World Class University. “Selain MBKM kami juga mempersiapkan diri untuk persiapan pembelajaran di semester depan. Sebab, selama 1,5 tahun lalu ini kita sudah tiga semester melaksanakan pembelajaran secara daring sebagai tanggapan atas kondisi pandemi ini. Namun, kita juga menyadari pembelajaran daring tidak sepenuhnya bisa menggantikan pendidikan yang seharusnya terselenggara di PT, jadi dari aspek keilmuan pembelajaran daring bisa berlangsung, tetapi soal keilmuan juga bicara pembentukan karakter, interaksi sosial, kecakapan hard skill dan soft skill,” jelas Guru Besar Teknik Sipil dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.
Prof. Nizam menambahkan, berbagai pendapat dan tukar pikiran dilakukan dalam mewujudkan kampus yang sehat, aman, dan juga nyaman. Ia pun sudah menampung berbagai rumusan pandangan Rektor dan Pembantu Rektor, karena peningkatan mutu kampus selain dibutuhkan dosen, staf administrasi, peneliti, dan harus pula dibarengi kualitas mahasiswa-mahasiswi yang berkembang positif kreatif. “Memastikan MBKM berjalan lancar juga harus dibarengi kampus yang sehat, aman dan nyaman. Bebas dari perundungan dan kekerasan seksual, kami juga sudah mempersiapkan Permendikbud Ristek berkaitan dengan melahirkan kampus aman bagi warganya. Hal lainnya, aman dalam arti tidak ada intoleransi di kampus. Kampus sehat yang berarti sehat secara rohani, fisik, hingga psikologisnya,” urainya.
Sementara Prof. Mochamad Ashari, selaku Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menuturkan, program MBKM telah membawa manfaat baik bagi mahasiswa. “Program MBKM yang mendaftar dari laman Kementerian sudah bagus, tetapi juga perlu universitas itu mendapat data secara teknis dan perlu direvisi. Mereka mahasiswa yang sudah mendaftar, juga kami di PT mendapatkan data list yang sama,” tandasnya. A01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *