GKHN dan PGN Bersinergi Menjaga Kebhinekaan Indonesia

Denpasar[KP]-Pertemuan silaturahmi Gerakan Kearifan Hindu Se-nusantara (GKHN) yang diwakili oleh Jro Bauddha Suena selaku Ketua Bidang Media & Komunikasi GKHN, Made Kawi SH selaku Koordinator Bidang Hukum GKHN di Bali dan Agung Oka dengan Gus Yadi sebagai Panglima Patriot Garuda Nusantara (PGN) wilayah Bali yang didampingi oleh Gus Daniar membahas isu-isu terkini tentang bagaimana kedua belah pihak bahu-membahu dalam menjaga kebhinekaan budaya di Nusantara, Sabtu (21/8/2021).
Panglima Patriot Garuda Nusantara, Gus Yadi sangat senang dengan pertemuan ini dan berharap komunikasi kedua organisasi lintas agama yang mencintai budaya Nusantara ini harus terus dipupuk agar terbangun rasa kekeluargaan satu sama lain sebagai bagian dari keluarga besar dalam menjaga budaya Nusantara. “Kami berharap komunikasi lintas agama ini terus dipererat untuk menjaga kebhinekaan yang ada. Tanpa ada silaturahmi lintas agama ini maka ancaman terhadap kebhinekaan akan terjadi,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut juga, Jro Bauddha Suena menyampaikan bahwa saat ini banyak organisasi transnasional lintas negara masuk ke Indonesia yang membawa teologi bahkan ideologi organisasi berbeda dan berusaha merusak tatanan budaya yang ada di Nusantara. Ia menyebutkan, salah satu contohnya adalah organisasi yang berbasis di Amerika yaitu Internasional Society of Krishna Consciousness (ISKCON) dengan aliran mereka yang bernama Hare Krishna. “Selain itu, ada juga Sai Baba yang mana mereka mencari pengikut dari umat lintas agama yang tentunya membahayakan toleransi diantara agama-agama resmi di Indonesia yang telah terjalin baik selama ini,” ujarnya.
Panglima PGN Gus Yadi meminta pemerintah hadir dalam menjaga keutuhan dalam berbangsa dan bernegara antarumat beragama di Indonesia khususnya di Bali. “Siapapun boleh datang ke nusantara ini khususnya ke Pulau Bali, apapun suku, agama dan ras-nyaya tapi jangan rubah dan ganggu adat, istiadat dan budaya Bali.  Karena kalau diubah atau diganti maka jati diri bangsa ini akan hilang, dan kalau jati diri bangsa ini hilang maka bangsa dan negara ini hilang,” ujarnya.
Di akhir silaturahmi tersebut, semua pihak sepakat agar kedua organisasi ini harus bisa bersinergi dalam menjaga tradisi budaya yang telah di wariskan oleh para leluhur nusantara dari pengaruh infiltrasi organisasi asing lintas negara yang berusaha merusak sendi-sendi budaya yang ada di Indonesia dan juga merusak toleransi antar umat beragama. A02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *