Ini Cara Kelompok Tani Kintamani Berbagi dengan Warga Berdampak Covid19

Denpasar[KP]-Kelompok Tani Sari Pertiwi Bukit Selat Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali membagikan paket sayuran gratis dari hasil panennya di 3 titik perkotaan yakni daerah Ubud, Sanur, dan Gatsu Timur Denpasar. Pembagian dilakukan setiap minggu sekali. Hal ini guna meringankan beban yang ditanggung masyarakat khususnya di daerah perkotaan yang terdampak Covid-19. Sayur yang terdiri dari sawi, kacang, labu dan juga bubuk kopi dibagikan secara gratis.
Ketua Kelompok Tani Sari Pertiwi, Komang Sukarsana menerangkan, Kelompok Tani Sari Pertiwi, yang berlokasi di Bukit Selat, Desa Songan, Kecamatan Kintamani, Bangli ini memiliki jumlah anggota sebanyak 22 orang, dengan luas lahan sebanyak 25 hektar. Adapun kelompok tani sari pertiwi dalam sebulan, melakukan penanaman minimal sekitar 2-3 kali tanam.
Menurutnya, krisis pangan terjadi di perkotaan bukan di desa. Mengingat para petani selalu memiliki lahan yang bisa ditanam di pedesaan dan bisa dikonsumsi sendiri. Sebagai petani, pihaknya berinisiatif tidak hanya menjadi penerima bantuan, namun para petani juga dapat turut berjuang sebagai pahlawan pangan untuk masyarakat di masa pandemi ini. “Inilah momen yang sangat tepat menurut saya. Dimana seorang petani ikut berjuang untuk berbagi kepada kawan-kawan atau saudara-saudara yang membutuhkan dan gelar pahlawan pangan benar-benar terjadi.  Saya mau merubah sebuah mindset bahwa petani tidak hanya melulu minta bantuan pemerintah, tetapi kita juga perlu berbagi menyisakan hasil sedikit hasil panen dan kita juga bisa berkontribusi,” jelas Komang Sukarsana, saat dihubungi Minggu (1/8/2021).
Pihaknya menuturkan, konsep yang di bagikan adalah paket paket lengkap. Dimana dalam satu paket terdiri dari sayur sawi, buncis, labu siam, terong, kopi Bali arabika dan bumbu dapur yakni cabai, lombok, dan bawang merah. “Kami memang sengaja memilih komposisi seperti ini. Jadi sawi ini habis kita bagikan bisa dimasak langsung, tetapi kalau terong dan labu siam dapat disimpan. Kami juga memberikan seperti ini karena dengan memasak, mereka bisa memanfaatkan waktu luang dan bisa memasak sesuai dengan yang dibutuhkan dan sesuai selera masyarakat tersebut,” tuturnya.

Pembagian sayur gratis ini menjadi kegiatan kedua. Dimana dalam pembagian disediakan sebanyak 150 paket. Dengan adanya kegiatan bagi sayur gratis ini, pihaknya berharap dapat meringankan beban masyarakat perkotaan yang terdampak dan tentunya dapat menginspirasi kelompok-kelompok tani untuk dapat berbagi.”Kami distribusikan di tiga titik yang pertama ada di Ubud, Sanur daan di Gatsu Timur di persimpangan. Diharapkan juga para komunitas tani maupun kelompok-kelompok tani dapat menyumbangkan sedikit hasil panennya untuk masyarakat kita di tengah pandemi ini. Karena disituasi saat ini yang diperlukan adalah aksi nyata,” tandasnya. A02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *