Komplotan Pria Asing Bobol Belasan ATM di Bali

Denpasar [KP]-Aparat kepolisian dari Polda Bali berhasil mengungkap kejahatan perbankan yang melibatkan pria asing di Bali. Tim Resmob Direktorat Reskrimum Polda Bali meringkus komplotan pembobol ATM. Kejahatan dengan modus skimming ini dilakukan enam Warga Bulgaria. Lima orang ditangkap yaitu Ivalyo Filipov Trifonov (44), George Jordanov (47), Todor Krasimirov Dobrev (42), Andrey Iliev Peytchev (42) dan Varadin Nikolaev Popov (29). Sedangkan satu orang lagi berinisial Illias berhasil melarikan diri saat penyergapan dan hingga kini masih buron. Penyergapan dilakukan pada Minggu pagi (3/2) di sebuah villa mewah di wilayah Pecatu, Kecamatan Kuta Selatan, Bali. Saat penyergapan, terjadi perlawanan sengit dan polisi akhirnya memberondong mobil para pelaku dengan tembakan senjata.

Direktur Reskrimum Polda Bali Kombes Andi Fairan menjelaskan,  komplotan ini beraksi dengan merekam data kartu debit nasabah menggunakan router atau panel skimming yang dipasang pada mesin ATM. Selain itu, mereka juga mengganti kanopi pada tombol keypad dengan kanopi yang sudah dimodifikasi sekaligus dilengkapi kamera untuk merekam nomor PIN. “Mereka hanya butuh waktu 10 menit memasang alat. Data maupun nomor PIN yang sudah terekam langsung divalidasi melalui laptop yang dilakukan dari jarak jauh karena kabel pada router sudah terhubung ke modem,” ujar Kombes Andi Fairan di Mapolda Bali, Kamis (7/2).

Selesai proses validasi, data dipindahkan ke kartu magnetik menggunakan cardreader writer encoder. Seluruh alat dibeli tersangka di luar negeri melalui online.  “Sekali membobol bisa mendapatkan uang mulai Rp 5 juta sampai Rp 10 juta.  Nasabah yang menjadi korban merupakan warga asing. Kami masih berkoordinasi dengan pihak bank berapa orang yang menjadi korban,” ungkapnya. Namun kuat dugaan, korban sudah sangat banyak karena yang disasar adalah orang asing.

Terungkapnya kejahatan transnasional ini berawal adanya laporan dari pihak Bank Mandiri yang mencurigai adanya transaksi pengambilan uang secara tidak wajar di salah satu ATM. “Kami sempat kesulitan mengidentifikasi para tersangka karena dalam aksinya yang terekam  CCTV ada pakai wig, zebo dan topi,” tegas Andi Fairan.

Selama sepekan melakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil melacak tempat tinggal salah seorang tersangka di sebuah villa Jalan Tirta Gangga, Uluwatu, Kuta Selatan. Namun, mereka tidak langsung ditangkap tapi dibuntuti selama lima hari. Saat mau dibekuk di pinggir jalan dekat vila, Minggu (3/2) sekitar pukul 04.30 wita, Tim Resmob mendapat perlawanan sehingga dilakukan tindakan dengan menembak kaca mobil Avanza yang dipakai beraksi. “Jadi, mereka ini setiap beraksi memakai dua mobil sewaan jenis Avanza Veloz DK 1862 DT dan Toyota Calya DK1884 HC,”beber perwira asal Makassar ini.

Yang tidak kalah mencengangkan dari penangkapan tersangka diamankan barang bukti uang Rp 788 juta hasil pembobolan yang ditemukan di vila dan mobil, 3.000 lebih kartu ATM palsu, tiga laptop, sejumlah alat skimming, puluhan kanopi (cover PIN), wig serta beberapa barang lainnya. Selain itu, juga diamankan  senjata tajam berupa pisau sangkur dan parang.”Diduga sajam ini untuk jaga diri karena setiap masuk ATM selalu dibawa,” tandasnya.

Komplotan diotaki Ivalyo Filipov Trifonov (44) dan selama ini menyasar enam ATM yang tidak dijaga security yaitu ATM Mandiri di pinggir Jalan Tirta Gangga Uluwatu, ATM Mandiri Wanamart Labuan Sait, Pecatu, ATM Mandiri SPBU Teras Ayung, ATM Mandiri Padangbai Karangasem, ATM Mandiri di SPBU Jalan Imam Bonjol dan ATM Mandiri di Batu Bolong. Ditanya terkait keberadaan Illias, Kombes Andi Fairan menegaskan sudah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi tapi identitas yang disebutkan tersebut tidak tertera. “Ini yang masih kami dalami lagi,” tegas mantan Direktur Shabara Polda Sumatera Utara ini. A03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *