Lebih dari 100 Ibu-ibu Desa Lodaolo Rayakan Hari Ibu Ke-95 dengan Hikmat

Mauponggo[KP]-Perayaan Hari Ibu yang ke-95 digelar dengan penuh hikmat di sebuah desa terpencil di lereng Gunung Ebulobo yakni Desa Lodaolo, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Jumat (22/12/2023). Lebih dari 100 ibu-ibu dari 4 dusun dan 10 RT Desa Lodaolo mendatangi Lapangan SDN Obooja. Pemandangan cukup menarik dan beragam. Ada yang berpenampilan modis, layaknya ibu-ibu milenial. Namun lebih banyak dari ibu-ibu yang berpenampilan sangat natural, pakaian adat Nagekeo. Bahkan ada yang sudah berusia sudah di atas 60 tahun. Tetap semangat merayakan hari ibu yang ke-95. Ada yang membawa payung, ada yang mengikuti upacara sambil duduk dalam barisan, namun tetap hening dan hikmat di bawah terik matahari. Mereka berbaris sesuai kelompok yang sudah ditentukan. Sangat rapih. Semua petugas upacara juga dari kalangan ibu-ibu.

Kepala Desa Lodaolo Frans Bule mengatakan, peringatan hari ibu yang ke-95 di Desa Lodaolo sungguh luar biasa. “Ini satu-satunya desa di Kecamatan Mauponggo dan mungkin bahkan di Kabupaten Nagekeo yang berhasil merayakan hari ibu yang ke-95 dengan sangat hikmat dan sukses. Saya sangat bangga soal itu. Di mana ada ibu-ibu yang semangat merayakan hari ibu yang ke-95 ini. Ini adalah cermin dari semangat para ibu di Desa Lodaolo yang ikut berperan besar dalam pembangunan bangsa di Desa Lodaolo,” ujarnya. Pria yang pernah jadi pelaut ini menjelaskan, PKK Desa Lodaolo memiliki sejarah panjang dengan segudang prestasi. Lomba desa bersih dan rapih yang dimotori PKK Desa Lodaolo pernah menjadi juara di tingkat kecamatan, kabupaten dan provinsi. Tahun 1983, Kepala Desa Lodaolo saat itu yakni Alm. Frans Ceme Oli bersama ibu langsung diundang ke istana negara untuk bertemu langsung Presiden Soeharto saat itu.

Ketua Panitia acara Yasinta Mogi bersama pembina PKK Lodaolo Modesta Ule juga mengisahkan tentang suka suka pendidikan dan kesehatan dalam keluarga. Pensiunan guru SD ini mengatakan, tidak semua program PKK bisa terlaksana dengan mudah. “Kami berhadapan dengan banyak dinamika, mulai dari SDM yang minimalis, ekonomi yang rata-rata dan fasilitas rumah tangga yang juga minimalis. Tetapi ini semua bukan halangan, ini hanya tantangan bagi kami untuk terus bergerak maju, terus berinovasi mensejahterakan keluarga semua. Semua keluarga itu aset bangsa, keluarga yang sejahtera itu cerminan bangsa yang sejahtera,” ujarnya keduanya.

Acara ditutup dengan resepsi meriah, diisi dengan berbagai sambutan, tampilan atraksi dari ibu-ibu yang sangat semarak. Menu juga merupakan hasil olahan tangan kreatif ibu-ibu yang ada di Desa Lodaolo. A06

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *