Pemerintah Pertimbangkan akan Liburkan Pegawai Saat Sidang IMF dan World Bank

Denpasar (KP)-Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan saat ditemui Jumat malam (28/9) di Denpasar mengatakan, pemerintah bersama tim terkait saat ini sedang mengkaji dengan sangat serius secara teknis penyelenggaran IMF dan World Bank yang akan digelar di Nusa Dua Bali pada Oktober mendatang. “Saat ini pemerintah sedang mengkaji teknis pelakasanaanya. Nanti akan diumumkan segera paling lambat tanggal 3 atau 4 Oktober mendatang tentang hasil kajian tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, ada tiga hal yang saat ini sedang dikaji secara sangat serius. Pemerintah sedang menghitung untung ruginya, dampak ekonominya, dampak sosialnya dan efektifitasnya, demi keamanan, kenyamanana, dan kelancaran Sidang IMF dan World Bank. Ketiga hal yang sedang dikaji tersbut antara lain pertama, adanya usulan untuk meliburkan para karyawan yang sedang bekerja di wilayah Nusa Dua dan sekitarnya. Hal ini bertujuan, agar saat ini tidak terlalu banyak orang yang keluar masuk ke Nusa Dua. “Namun pemerintah harus menghitung terlebih dahulu apa untung ruginya, dan dampaknya,” ujarnya. Kajian kedua adalah pemberlakukan ganjil genap. Apakah tidak berdampak pada masyarakat yang tinggal di wilayah Nusa Dua. Dan kajian yang ketiga adalah apakah memungkinkan tol digratiskan untuk untuk memperlancar arus lalulintas ke Nusa Dua. Karena saat itu akan ada banyak orang di Bali secara serentak. “Namun semua ini akan dikaji dulu. Dan akan diumumkan dalam waktu cepat ini. Teman-teman di Bali jangan berpolemik tentang pengembangan infrastruktur dan pariwisata di Bali. Kajiannya oleh WB dan Unud. Presiden sudah meminta agar tidak melanggar lingkungan, tidak merusak budaya karena dengannya akan mendatangkan wisata di Bali,” ujarnya.

Ketua Pelaksana Harian Panitia Nasional IMF dan World Bank Susiwijiono menegaskan, bila jumlahnya lebih dari 20 ribu, maka kendaraan rental akan dibatasi agar tidak terjadi penumpukan kendaraan di Nusa Dua. “Kalau jumlahnya lebih dari 20 ribu dan semuanya tinggal di Nusa Dua, maka kendaraan yang dirental akan kita batasi sebanyak 3300 unit kendaraan, dan hanya diperuntukkan bagi VVIP dan VIP. Sementara yang lainnya akan kita minta naik suttle bus, fider bus, express bus, karena rutenya sudah mencakup semuanya,” ujarnya. Angka 3300 itu angka ideal untuk pergerakan kendaraan di kawasan Nusa Dua. A08

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *