Pemimpin Visioner, Koster Kuatirkan Ancaman Kepunahan Bahasa Bali

Denpasar [KP]-Ancaman punahnya bahasa Bali kian nyata. Wayan Koster minta generasi Z Bali selalu gunakan bahasa Bali dalam kehidupan s

sehari-hari.

Gubernur Bali 2018-2023 Wayan Koster mengatakan, globalisasi yang terjadi saat ini bakal mengancam bahasa Bali.

Sebab banyak anak-anak milenial generasi Z sibuk berinteraksi dengan internet, serta media sosial.

Dampak ini juga bisa mempengaruhi relasi sosial masyarakat, hubungan personal di kalangan generasi muda terutama Generasi Z.

Bila hal ini tidak dilakukan antisipasi, maka ancaman punahnya bahasa Bali semakin nyata dan sudah ada di depan mata.

“Saya sudah melihat hal ini jauh ke depan. Bahwa ancaman itu nyata adanya. Makanya ketika saya masih menjabat sebagai Gubernur Bali, saya mengeluarkan Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018 Tentang Perlindungan dan dan Penggunaan Bahasa, Aksara dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali,” ujarnya saat memberikan kuliah umum di sebuah kampus di Denpasar baru-baru ini.

Menurut Koster, bila bahasa Bali punah maka ancaman berikutnya yang harus diterima adalah lemahnya peradaban Bali.

Sebab bahasa Bali itu sangat berhubungan erat dengan peradaban Bali.

Bahasan Bali itu berhubungan erat dengan adat dan kebudayaan Bali.
Bahasa Bali itu berhubungan erat dengan upacara adat dan agama di Bali.

Sebab tidak ada seremonial adat dan budaya Bali menggunakan bahasa lain, bahasa Indonesia, bahasa asing.

Artinya, bila generasi muda Bali mulai saat ini tidak belajar bahasa Bali, atau tidak menggunakan bahasa Bali maka bahasa Bali itu perlahan akan punah dan peradaban Bali akan lemah dan semakin lama akan hilang dari Pulau Dewata ini.

“Sekali lagi saya sudah melihat hal ini jauh ke depan. Saya punya tanggung jawab untuk Bali, melindungi peradaban Bali, memelihara bahasa Bali. Makanya lahirlah Pergub Nomor 80 Tahun 2018 itu,” ujarnya.

Bukan hanya sekedar regulasi di atas kertas. Di zaman Gubernur Koster, guru bahasa Bali juga menjadi perhatian serius pemerintah daerah setempat.

Pelajaran Bahasa Bali juga diwajibkan untuk seluruh jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA.

Beberapa kampus yang memiliki program studi bahasa Bali juga diajak kerja sama.

Bulan Bahasa Bali rutin digelar. Lomba menulis aksara Bali di semua jenjang juga rutin digelar.

Lomba pidato, debat, sayembara bahasa Bali selaku dilaksanakan. Semua ini adalah upaya Koster untuk melindungi bahasa Bali dari ancaman globalisasi yang sudah merasuk masuk ke generasi muda Bali. A01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *