PPP Bali Nusra Sepakat Dukung Suharso Monoarfa Jadi Ketum di Muktamar

Denpasar[KP]-Para Ketua DPW dan DPC PPP dari Bali Nusra yakni Bali, NTB, NTT menggelar rapat konsolidasi internal di Inaya Hotel Nusa Dua Bali, Minggu (8/11/2020). Pertemuan tersebut dihadiri sekitar 100 orang baik para pemilik suara maupun pengurus inti lainnya. Konsolidasi internal tersebut dihadiri langsung oleh Okt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, Sekjen Asrul Sani dan beberapa pengurus pusat lainnya. Selain Ketua DPW PPP dari tiga provinsi, juga dihadiri oleh seluruh Ketua dan Sekretaris DPC PPP dari tida provinsi.
Usai pertemuan internal, Ketua DPW PPP NTT Djainudin Konek mengatakan, seluruh pemilik suara yang ada di tiga provinsi sudah sepakat bulat untuk memilih PLT Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa untuk dipilih secara aklamasi dalam Muktamar PPP yang akan digelar di Makasar pada 18 Desember 2020. Ia menjelaskan, konsolidasi ini sepakat agar Suharso Monoarfa dipilih secara aklamasi dalam Muktamar PPP nanti. Total suara di tiga provinsi ini sebanyak yakni NTT ada 21 kabupaten dan 1 provinsi, Bali ada 9 kabupaten dan 1 provinsi, ada 13 kabupaten dan 1 provinsi. “Kami sepakat mendukung Suharso Monoarfa menjadi Ketua Umum dalam Muktamar nanti bukan tanpa alasan. Melalui tangan dingin Suharso Monoarfa, partai yang sebelumnya konflik akhirnya berhasil diselesaikan. Bahkan, sekarang semua yang berbeda pendapat dirangkul,” ujarnya. Untuk itu seusai konsolidasi internal ini, seluruh pengurus yang hasil akan kembali ke daerah asalnya, dan mensosialisasikan hasil pertemuan ini ke seluruh kader.
Sementara Ketua DPW PPP NTB Hj. Wartiah mengatakan, ada tiga alasan Suharso Monoarfa didukung untuk dipilih secara aklamasi dalam Muktamar PPP pada 18 Desember 2020. Pertama, rapat konsolidasi menilai, saat ini Suharso Monoarfa masih menjadi kader terbaik yang berhasil meredam kemelut PPP yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Sosoknya yang dingin, komunikatif mampu membuat PPP kembali bertahan seperti sekarang ini. Kedua, Suharso Monoarfa merupakan kader yang sangat berpengalaman. Ia dipilih menjadi menteri sebanyak dua kali di masa presiden yang berbeda yakni di jaman SBY sebagai Menteri Perumahan Rakyat dan di jaman Jokowi sebagai Menteri Pembangunan Nasional dan Ketua Bappenas. Belum ada kader yang menjabat sebagai menteri dalam dua pemerintahan yang berbeda dengan bidang yang berbeda. Ketiga, PPP menyadari betul bahwa saat ini sudah mendekati Pilpres dan Pileg di tahun 2024. “Pilpres dan Pileg sudah dekat. Jangan sampai PPP hanya buang buang energi dengan hasil yang tidak memuaskan,” ujarnya. Untuk itu seluruh pemilik suara di tiga provinsi sepakat secara aklamasi memilih Suharso Monoarfa dalam Muktamar di Makasar. A01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *