Ratusan Relawan Jagabaya Dulang Mangap Buleleng Sumbang Darah di Krisis Covid19 Bali

Denpasar[KP]-Lebih dari 100 relawan dari Jagabaya Dulang Mangap Kabupaten Buleleng mendonorkan darahnya di tengah krisis Covid19 di Kabupaten Buleleng, Selasa (21/4). Ratusan relawan mendonorkan darahnya untuk menjaga stok darah di PMI Buleleng di tengah crisi Covid19. Hal ini dilakukan karenamerebaknya wabah virus korona (covid19) di Pulau Bali berdampak pada berbagai sektor termasuk sektor kesehatan. Khususnya terkait ketersediaan kantung darah, termasuk di wilayah Kabupaten Buleleng. “Sejak wabah virus korona merebak, ketersediaan kantung darah di Unit Transfusi Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Cabang Buleleng semakin menipis,” jelas dokter Rizzani, Kepala Unit Transfusi Darah PMI Cabang Buleleng. 
Sementara kebutuhan akan donor darah cenderung tetap ada, yaitu untuk melayani kebutuhan rumah sakit khususnya untuk pasien pasca operasi dan pasien dengan kasus tertentu yang membutuhkan donor darah. Stok yang makin menipis ini diperkirakan karena masyarakat mematuhi himbauan pemerintah untuk tetap di rumah saja sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran wabah virus korona. 
Mengantisipasi semakin menipisnya stok darah di UTD PMI Kabupaten Buleleng, Jagabaya Dulang Mangap Kabupaten Buleleng melakukan aksi cepat tanggap dengan menggelar gerakan donor darah. Sebanyak 110 relawan dikerahkan untuk mendonorkan darahnya dalam 2 sesi kegiatan. Aksi pertama dilaksanakan di markas PMI Kabupaten Buleleng sebanyak 50 orang datang bergantian mendonorkan darahnya sehingga mengumpulkan 40 kantong darah. Sementara aksi kedua dilakukan di Grya Agung Lingga Buana Pemuteran Gerokgak. 
Sebanyak 60 relawan datang secara bergantian ke griya dimana petugas PMI Kabupaten Buleleng lengkap dengan mobil transfusinya melakukan pelayanan jemput bola. Aksi ini berhasil mengumpulkan 45 kantong darah. “Aturan physical distancing dan protap kesehatan dalam pencegahan wabah virus korona tetap diberlakukan. Jadi relawan kami datang setiap 5 orang bergantian hingga terkumpul 60 kantong darah” tegas jelas Ketua Jagabaya Dulang Mangap (JDM) Kabupaten Buleleng Putu Pasek Agung Dibia Atmaja. 
Lebih jauh Pasek Dibia menyatakan bahwa kegiatan ini dilakukan sebagai panggilan kemanusiaan. “Seperti diketahui transfusi darah sangat penting untuk menyelamatkan hidup seseorang, sehingga hal ini sangat urgen dilaksanakan di tengah menipisnya stok darah,” jelas pria yang juga seorang bankir ini. Hal ini sesuai slogan Jagabaya Dulang Mangap yang menjadikan semangat mempersatukan umat dan mengabdi bagi kemanusiaan sebagai kewajiban utama, yaitu Satya Ring Sesana lan Wirang Ring Semeton.Baginya panggilan kemanusiaan membantu sesama tidak harus berhenti di tengah wabah yang melanda. “Hanya saja cara untuk melaksanakannya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan tentang penanganan dan pencegahan penyebaran wabah virus korona agar semua bisa aman dan tetap sehat,” jelas pria yang akrab disapa Gung Paul ini. Seperti menerapkan physical distancing, tetap menjaja jarak serta menghindari keramaian dan selalu menggunakan masker saat ke luar rumah menjadi aturan yang wajib dipatuhi dan diikuti ketika melakukan aktifitas di luar rumah.
Menyambut himbauan PMI Kabupaten Buleleng untuk melaksanakan kegiatan donor darah secara berkelanjutan, pihaknya akan terus bergerak bersama dengan komponen masyarakat yang lain. “Kami akan terus bergerak dan bersinergi dengan komponen masyarakat yang lain seperti ASN, TNI/Polri, organisasi pemuda/mahasiswa serta komponen masyakarat lainnya untuk mensuport tugas mulia PMI Kabupaten Buleleng dalam memenuhi kebutuhan darah untuk kelangsungan kehidupan,” jelas aktifis mahasiswa Hindu ini dengan semangat. A05

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *