Romo Rony Minta Umat Katedral Denpasar Rendah Hati Taat Protokol Kesehatan

Denpasar[KP]- Pastor kapelan Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar RD. Rony Alfridus Bere Lelo, Pr atau yang sehari-hari biasa dipanggil Romo Rony meminta dengan hormat agar seluruh umat di Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar agar dengan rendah hati mentaati dan mengikuti seluruh protokol kesehatan yang diterapkan di Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar. “Saya minta, agar semua umat Katolik yang ada di Paroki Roh Kudus Katedral Denpasar, agar dengan rendah hati mengikuti dan mentaati seluruh protokol kesehatan yang saat ini diterapkan dengan super ketat di paroki ini. Jangan sampai kita tidak rendah hati. Kalau petugas mengecek suhu, mengawal untuk cuci tangan, memberikan handsanitizer ikutilah. Jangan bersungut-sungut atau ekspresi wajah yang marah atau tidak simpati. Mari kita ikuti dengan rendah hati. Jangan protes,” ujarnya di Denpasar, Minggu (26/7).
Romo Rony mengakui, hasil evaluasi dari Satgas Paroki Katedral Denpasar sampai saat ini sudah sangat baik. Seluruh protap diikuti. Namun masih ada saja umat Katolik, yang walaupun tidak secara langsung frontal tetapi kelihatan dari ekspresi wajah dan gestur yang memperlihatkan suasana tidak nyaman. “Sekali lagi saya minta, mari kita ikuti protokol kesehatan dengan rendah hati. Ini sudah standar. Kita mesti segera beradaptasi dengan tatanan kehidupan yang baru, supaya kita sehat semuanya. Ikuti anjuran pemerintah. Mulailah dengan kehidupan yang baru,” ujarnya. Hingga saat ini, Paroki Katedral Denpasar melarang umat yang sudah lansia, balita, umat yang sedang sakit bawaan, ibu hamil agar tidak datang ke gereja. Juga bagi umat yang merasa belum nyaman untuk datang ke gereja silahkan tetap mengikuti misa dari rumah secara live streaming.
Pantauan media ini, Paroki Katedral Denpasar menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat. Sejak di pintu gerbang masuk, umat harus menginjak karpet desinfektan agar alas kaki seperti sepatu atau sandal sudah tersteril. Umat yang tidak menggunakan masker akan dilarang masuk atau bahkan segera meninggalkan areal gereja. Setelah menginjak karpet secukupnya, seluruh umat akan dicek suhu badan. Bila suhu badan di atas 30° Celsius akan disuruh pulang. Setelah cek suhu, petugas akan memandu dan mengawal agar umat mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun yang tersedia hampir di seluruh sudut tembok gereja. Saat memasuki gereja, petugas akan memberikan handsanitizer dan umat wajib menggunakannya. 
Setelah di dalam gereja, kapasitas dan jumlah orang dibatasi. Jarak antarumat 1 meter lebih sampai 2 meter dan duduk berselang-seling antarbangku. Lorong bangku dibatasi tali agar umat tidak berkerumun dan tetap menjaga jarak. Selama upacara umat tetap menggunakan masker. Upacara akan berlangsung hanya 45 menit sampai 1 jam. Usai upacara, umat dipandu untuk keluar pintu gereja satu persatu agar tetap menjaga jarak. Umat juga diminta segera meninggalkan gereja secepatnya. Devosi di Gua Maria dan ruangan adorasi ditutup untuk umum. A01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *