Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Diresmikan

Denpasar(KP)-Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meresmikan penggunaan Under Pass Simpang Tugu Ngurah Rai, Sabtu (22/9). Dalam peresmian tersebut, Luhut didampingi oleh Gubernur Bali I Wayan Koster, Sekda Provinsi Dewa Made Indera, Dirjen Bina Marga, serta perangkat OPD lainnya.

Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Arie Setadi Moerwanto mengatakan, Under Pass Simpang Tugu Ngurah Rai bisa mengurangi kemacetan hingga 50 persen. Artinya, setelah diresmikan dan digunakan, kemacetan yang ada di Simpang Tugu Ngurah Rai bisa dikurangi dan masyarakat yang akan ke Bandara Ngurah Rai, ke Kota Denpasar, bisa berjalan dengan aman, nyaman dan lancar. “Pembangunannya bisa diselesaikan lebih cepat satu setengah bulan dari target yang ditentukan,” ujarnya.

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, Bali dan Indonesia harus bersyukur dengan beroperasinya Under Pass Simpang Tugu Ngurah Rai. “Kita bersyukur hari ini bisa meresmikan Under Pass ini. Pengerjaan lebih cepat 1,5 bulan,” ujarnya. Artinya, pengerjaan proyek Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Tuban, Kecamatan Kuta, Badung selesai 50 hari lebih cepat dari kontrak kerjanya per 20 Oktober 2018. Underpass bernilai Rp 168,38 miliar ini telah rampung 31 Agustus 2018 lalu. Underpass ini awal mula dikerjakan pada 26 September 2017 lalu. Setelah selesai digarap 50 hari lebih cepat dari target 20 Oktober 2018, Underpass kemudian diresmikan untuk digunakan oleh publik pada umumnya.

Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai Tuban yang dibangun untuk memecah kemacetan lalulinta memiliki panjang total 712 meter, dengan lebar 16 meter, dan tinggi ruang 5,2 meter. Rinciannya, panjang frontage sisi utara mencapai 320 meter, panjang frontage sisi selatan mencapai 260 meter, dan panjang underpass tertutup mencapai 132 meter. Proyek Underpass ini dibangun dengan struktur dinding scant pile dan bore pile. Untuk memperkuat struktur bangunan Underpass, dilakukan pengeboran pada 559 titik. Rinciannya, pengeboran di lengan bagian selatan sebanyak 230 titik dan lengan bagian utara sebanyak 329 titik. Jumlah pengeboran berbeda, sesuai dengan panjang lengan Underpass.

Proyek Underpass Simpang Tugu Ngurah Rai ini dikejar cepat tuntas agar segera dapat digunakan saat penyelenggaraan perhelatan akbar Annual Meeting IMF-World Bank di Bali, Oktober 2018 mendatang. Kehadiran Underpass ini diharapkan bisa mengatasi kemacetan yang sering terjadi di sekitar Bundaran Simpang Tugu Ngurah Rai Tuban.
Derajat kejenuhan di Simpang Tugu Ngurah Rai Tuban saat ini (sebelum adanya Underpass) mencapai angka 0,95. Setelah ada Underpass, derajat kejenuhan turun menjadi 0,45. Artinya, nilai degree of saturation (derajat kejenuhan) pasca dibangun Underpass mengalami penurunan 50 persen lebih. Pembangunan proyek Underpass ini sesungguhnya kebutuhan jangka pendeknya adalah untuk menunjang kelancaran penyelenggaran event internasional Annual Meeting IMF-World Bank, Oktober 2018. Sementara jangka panjangnya, Underpass penting untuk mengurai kemacetan di Bundaran Simpang Tugu Ngurah Rai Tuban.

Khusus untuk ornamennya, yang dilakukan perawatan adalah ornamen Naga. Pemilihan ornamen Naga itu sendiri memiliki filosofi, sebagai simbol Ananta Boga yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan bumi. Sementara untuk lampu, jalan, dan trotoar, semua sudah tuntas.A08

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *