Mempertahankan Bali Bebas Rabies

Denpasar [KP]-Kamis, 08/11, Plt Kadis Perternakan Provinsi Bali Drh. I Wayan Mardiana, MM mengundang LSM dan Kelompok pencinta binatang khususnya yang bergerak di peranjingan yang bertempat di Lantai III kantor Dinas Perternakan Provinsi Bali. Hadir dalam pertemuan tersebut Gugukbali Denpasar, Yudistira Swarga Denpasar, Seva Bhuana Denpasar, Bawa Gianyar, Animal International Denpasar, dan Program Dharma dari Universitas Udayana Bali. Plt Kadis Perternakan Bali mengharapkan peran serta Kelompok, LSM, para pencinta binatang khususnya anjing yang selama ini beraktivitas di Bali mengharapkan untuk mempertahankan program Bali Bebas Rabies dan berkesinambungan. Persoalan rabies hampir dikatakan sudah habis, namun Dinas Perternakan Provinsi Bali selalu mempertahankan Bali Bebas Rabies.

PLT Kadis Perternakan Bali juga menyampaikan kepada para peserta pertemuan untuk dapat membantu mempertahankan perkembanganbiakan anjing yang terkendali, dengan melakukan sterilisasi kepada anjing yang jantan, dan para kelompok atau LSM yang melakukan sterilisasi tersebut memberikan laporannya kepada Dinas Perternakan ujarnya. Dalam kesempatan tersebut PLT Kadis juga memberikan dukungan kepada Kelompok dan LSM pencinta anjing untuk bekerja secara sinergi dan saling bahu membahu, dan tentunya tunduk dibawah koordinasi Dinas Perternakan Provinsi, dan Kabupaten/Kota. Mari jaga Bali secara arif dan bijaksana, karena Bali yang ada saat ini bukan punya kita melainkan titipan dari anak cucu kita dalam membangun Bali ke depan.

Dukungan yang sama disampaikan dari Gugukbali, Komang Purnama menyampaikan  apresiasi kepada pemerintah Daerah Bali dalam hal ini Dinas Perternakan yang selama ini telah dapat mempertahankan Bali Bebas Rabies, adanya tindakan sigap dari satgas perternakan pada waktu erupsi Gunung Agung secara khusus dalam mengevakuasi Sapi Bali dengan menyediakan transportasi, tempat penampungan sementara yang berdekatan dengan tempat para pengungsi, serta memberikan bantuan makanan ternak sapi. kesigapan satgas dinas perternakan tersebut sangat membantu masyarakat yang mengungsi sehingga pemilik ternak sapi tidak terpaksa menjual sapinya dengan harga yang sangat murah. Harapan Gugukbali kepada Dinas Perternakan dan Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Kabupaten/Kota dapat memberikan advokasi kepada masyarakat untuk tidak lagi menjual dan mengkonsumsi daging anjing karena dampaknya sangat berbahaya bagi kesehatan manusia dan tentunya citra pariwisata Bali harus kita jaga bersama.

Dalam pertemuan tersebut para peserta diberikan kesempatan untuk bertanya seluas luasnya, baik itu masukan dan saran dalam mempertahan kan Bali bebas rabies, pertemuan berlangsung dalam suasana santai dan kekeluargaan dari PLT Kadis Perternakan. A01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *