Mei 20, 2026

Destinasi Wisata Sanur Terus Ditata Agar Rendah Emisi

0
IMG-20260519-WA0092

Denpasar[KP]-Sebagai daerah dengan struktur ekonomi berbasis pariwisata, Sanur dihiasi oleh tingginya aktivitas wisata, investasi, dan perkembangan industri jasa. Acara Rejuvenate Sanur diadakan dalam bentuk forum dialog dan diskusi yang mempertemukan pelaku usaha industri pariwisata, asosiasi, pemerintah, dan mitra pembanguna. Acara ini diselenggarakan melalui kolaborasi Dinas Pariwisata Kota Denpasar bersama WRI Indonesia dan Koalisi Bali Emisi Nol Bersih di Hotel Prama, Sanur, Selasa (19/5/2026).

Ni Luh Putu Riyastiti, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar menjelaskan pentingnya nilai-nilai keberlanjutan terhadap sektor pariwisata. “Pariwisata berkelanjutan dan regenerative tourism menjadi atensi kita bersama, kami menyambut baik inisiatif yang dilakukan oleh WRI Indonesia dalam hal dekarbonisasi transportasi untuk menjadikan Sanur yang Blue and Green. Blue yang berarti langit tetap biru dan bersih, dan green yang ramah lingkungan serta berkeadilan di mana manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar.

Melalui ruang kolaboratif ini, WRI Indonesia mengajak pelaku usaha  berbagi perspektif mengenai isu keberlanjutan dan pengembangan Kawasan Rendah Emisi di Sanur sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi kawasan yang lebih ramah lingkungan dan berdaya saing. Aspek kenyamanan, kelancaran mobilitas, kualitas udara, walkability, dan suasana kawasan perlu mendapat perhatian karena mempengaruhi pengalaman wisawatan.

“Pemerintah ingin membuat pembenahan di Sanur, seperti penataan ruang parkir dan sekarang ingin adanya Kawasan Rendah Emisi. Ini menjadi storytelling baru sebagai kami di frontliner tour guide, lewat Sanur yang mulai berbenah dan menjadi nilai positif untuk menyampaikan ke wisawatan kalau nilai keberlanjutan sudah mulai ada di Sanur.” ujar Nyoman Nuarta, Ketua DPD HPI Bali.

Avi Purnomo, Ketua Sanur Hospitality Forum (SHF) sekaligus GM Tandjung Sari Hotel Sanur, memberikan pandangannya mengenai inisiatif ini sebagai narasi yang sudah ada sejak lama namun belum terealisasi. “Harapannya selesai forum ini juga kita memiliki langkah konkret dan komitmen bersama menciptakan Sanur yang nyaman, kalau tadi dikatakan yang blue, green and sustainable tetapi tetap mempertahankan identitas Sanur itu sendiri. Bukan hanya semata-mata untuk kepentingan komersil tetapi juga untuk warisan kepada generasi selanjutnya,” ujar ketua SHF Sanur.
 
Berfokus pada kondisi terkini dan potensi dari Kawasan Rendah Emisi Sanur sebagai atraksi baru bagi pariwisata Sanur dan peningkatan nilai ekonomi, Anisa Kusumawardani, Net Zero Junior Analyst WRI Indonesia membahas lebih lanjut mengenai keuntungan yang bisa didapat dari upaya dekarbonisasi transportasi. “Transisi upaya dekarbonisasi ini penting bagi pelaku usaha juga untuk menciptakan dunia usaha yang lebih adaptif terhadap regulasi, model bisnis, dan permintaan wisatawan ke depannya selain menjadi nilai jual dan daya saing wisata”, ujar Annisa.

I Gusti Bagus Surya, GM Hotel Prama Sanur, mengatakan bahwa perkembangan Kawasan Rendah Emisi ini sangat penting guna menjadikan Sanur menjadi lebih bersaing. “Saya optimis dengan implementasi ini, dimana dalam berpergian wisata ditentukan oleh pilihan moda, yang sedang didorong untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi beralih pada transportasi massal yang telah disediakan di Sanur, efisien dan menguntungkan para pelaku usaha kedepannya. Apalagi pariwisata dunia sekarang sedang mengarah pada aspek medical dan healthy, yang sejalan dengan branding Kawasan Rendah Emisi ini buat menarik pengunjung untuk datang,” ujar Bagus Surya. 

Dengan diskusi interaktif dan refleksi nilai-nilai lokal, forum ini diharapkan menghasilkan pemahaman bersama serta menjadi langkah awal para pelaku usaha untuk bersinergi menyusun langkah konkret untuk mewujudkan mobilitas dan pariwisata berkelanjutan, sekaligus mendukung inisiatif Kawasan Rendah Emisi Sanur.

WRI Indonesia didirikan di Indonesia dengan nama Yayasan Institut Sumber Daya Dunia. WRI Indonesia adalah organisasi penelitian independen yang didedikasikan untuk berkontribusi pada pembangunan sosial ekonomi Indonesia secara inklusif dan berkelanjutan. Pekerjaan kami difokuskan pada lima portofolio: hutan, iklim, energi, kota, dan transportasi, serta laut. Kami mengubah ide-ide besar menjadi tindakan di nexus lingkungan, peluang ekonomi, dan kesejahteraan manusia. Untuk informasi lebih lanjut, silakan klik wri-indonesia.org.

Koalisi Bali Emisi Nol Bersih merupakan platform lintas sektor untuk menyelaraskan upaya bersama dalam mendorong Provinsi Bali mencapai Emisi Nol Bersih di tahun 2045.​ Melalui dukungan kebijakan, percepatan adopsi, dan perluasan kolaborasi, kami mendorong solusi iklim dan transformasi ekonomi di Bali yang selaras, terukur, dan berdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *