Februari 22, 2026

ISKA Bali Beri Pelatihan Menulis dan Mengisi Konten Media Sosial bagi Puluhan Siswa Seminari Roh Kudus Tuka

0
IMG-20260221-WA0037

Denpasar[KP]-Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Bali berkesempatan memberikan pelatihan tentang bagaimana cara menulis dan mengisi konten media sosial (medsos) bagi puluhan siswa Seminari Roh Kudus Tuka Bali, Sabtu (21/2/2206). Selain memberikan pelatihan menulis dan mengisi konten Medsos, ISKA Bali juga menyumbangkan beberapa buku bacaan, buku tulis dan Pena. Acara berlangsung semarak penuh suasana kekeluargaan. Puluhan siswa Seminari Roh Kudus Tuka ini tampak antusias mengikuti pelatihan menulis dan mengisi konten Medsos secara bermartabat dan bertanggung jawab.

Ketua ISKA Bali Komang Purnama saat memberikan sambutan pembukaan mengatakan, lembaga pendidikan Seminari Roh Kudus Tuka perlu memiliki kualitas individu dalam menghasilkan karya tulis baik tulisan yang bersifat ilmiah maupun tulisan secara jurnalistik. Hal ini sangat penting sebab melalui tulisan orang dapat menilai isi otak atau skill keilmuan seseorang siswa Seminari Roh Kudus Tuka. “Menulis itu berarti kita mewartakan kebenaran lewat teks, menyampaikan ide dan gagasan secara tertulis untuk kebaikan bersama. Dan perlu diingat, seorang siswa Seminari Roh Kudus Tuka itu memiliki beban di pundaknya, dituntut sejumlah kemampuan individu yang salah satunya adalah kemampuan menulis,” ujarnya.

Sementara jurnalis senior Arnoldus Dhae secara khusus memberikan pelatihan menulis, baik menulis karya ilmiah, menulis dengan pakem jurnalistik dan menulis untuk mengisi konten media sosial. Menurutnya, ketrampilan menulis baik menulis karya ilmiah maupun tulisan jurnalistik sangat penting bagi seorang siswa Seminari. Sebab, tanpa menulis maka ilmu, pengalaman, akan hilang ditelan waktu dan zaman. “Ada semacam adagium lama, dimana orang mengagungkan budaya baca, menganggap budaya baca di atas segalanya. Mari berubah mulai saat ini dan disini. Yang masih mengagungkan budaya baca di atas segalanya segera bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Orang akan mengenal seseorang dari apa yang ia tulis. Sebab, menulis itu lebih dulu ada daripada membaca. Tanpa tulisan orang tidak akan membaca apa pun,” tegasnya.

Menulis itu cara manusia berkomunikasi lewat teks, lewat kata, kalimat. Cara berkomunikasi itu mengandaikan ada teks, tulisan bisa membuat mengerti, memahami, menyerap, terinternalisasi dengan baik. Tulisan itu bisa informatif yakni memberikan informasi kepada orang lain, publik, masyarakat luas. Tulisan ini bisa berupa berita, laporan secara on the spot. Tulisan bisa juga merupakan penjelasan lengkap, uraian ilmiah seperti artikel, riset, opini. Dan yang tidak kalah penting adalah tulisan berupa ungkapan perasaan melalui puisi, novel atau cerpen.

Ia juga mengajak agar siswa Seminari Roh Kudus Tuka secara cerdas dan bijaksana mencermati informasi yang berseliweran di platform media sosial. Ia juga meminta agar para siswa Seminari Roh Kudus Tuka mengisi konten media sosial dengan bijak dan bertanggung jawab. Sebab, informasi yang berkembang di media sosial tidak semuanya benar dan cenderung menyesatkan. Sebab, tidak semua dan bahkan lebih banyak pemilik akun yang bersangkutan atau nitizen tidak paham tentang bagaimana cara mengisi konten secara baik. “Silahkan bermedia sosial dengan baik. Dan lebih baik dan mulia jika bisa mengisi konten media sosial standar pakem jurnalistik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *