Januari 27, 2026

Nuanu Creative City Merilis Laporan Dampak 2025, Menandai Satu Tahun Kehadiran Publiknya di Bali

0
IMG-20260125-WA0099

Tabanan[KP]-Tahun 2025 menandai periode penuh pertama Nuanu Creative City beroperasi sebagai kawasan yang terbuka bagi publik di Bali. Setelah melalui tahap pengembangan dan pengujian awal, tahun ini menjadi momen pertama, di mana Nuanu menjalani pemanfaatan publik secara berkelanjutan yang meliputi aktivitas harian, pengawasan masyarakat, dan tanggung jawab operasional yang nyata.

Laporan Dampak Lingkungan Tahun 2025 mendokumentasikan apa yang telah dibangun, bagaimana sistem berjalan dalam praktik, serta apa saja hasil yang muncul dalam aspek kinerja lingkungan, investasi sosial, dan aktivitas budaya sepanjang tahun fondasi ini. “Salah satu hal yang kami lakukan, yaitu kami mencoba menerapkan kerangka kerja IT pada industri dan inisiatif yang lebih tradisional,” ujar Lev Kroll, CEO Nuanu Creative City. “Laporan dampak bagi kami bukanlah tentang memberi selamat pada diri sendiri, tetapi sebuah cara untuk membuat segala sesuatu lebih mudah dilacak. Nuanu adalah tempat untuk bereksperimen dan secara tegas menilai apa yang berhasil dan apa yang tidak. Karena dampak kami (baik lingkungan maupun sosial) sangat penting, laporan ini menjadi permulaan percakapan tentang apa yang bisa kami lacak dengan lebih baik, apa yang bisa kami tingkatkan, dan praktik-praktik mana yang dapat memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi komunitas kami maupun komunitas sekitar,” ujarnya.

Sepanjang 2025, Nuanu menerapkan pendekatan berbasis sistem dalam pengelolaan kinerja lingkungan. Keputusan terkait mobilitas, energi, limbah, dan tata guna lahan dirancang secara terintegrasi untuk membentuk pengalaman harian sekaligus dampak ekologis jangka panjang.
Mobilitas rendah emisi menjadi standar di seluruh kawasan melalui penggunaan kendaraan listrik untuk transportasi internal, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendukung lingkungan yang ramah pejalan kaki. Transisi ini menghasilkan penghematan bahan bakar sekitar 39.500 liter per tahun dan menghindari lebih dari 43 ton emisi CO₂e.

Sistem energi surya di dalam kawasan mengurangi konsumsi listrik jaringan sebesar sekitar 213.362 kWh selama tahun berjalan, mencegah sekitar 192 ton emisi CO₂e serta berkontribusi pada transisi jangka panjang Nuanu menuju elektrifikasi penuh.

Sistem pengelolaan sampah mencapai tingkat daur ulang 94,84 persen melalui pemilahan di lokasi, pengomposan, dan redistribusi sampah organik. Sepanjang tahun, 84,65 ton sampah dapat didaur ulang dan 1.085 ton sampah organik diproses, dengan kompos dan sisa makanan dialihkan untuk mendukung praktik pertanian lokal.

Upaya restorasi ekologis terus dilakukan melalui reforestasi tanaman asli menggunakan metode Miyawaki, dengan penanaman 1.015 pohon guna memperkuat keanekaragaman hayati, kesehatan tanah, dan ketahanan ekosistem jangka panjang. “Sejak 2024, kami membangun fondasi data operasional, dan 2025 memberi kesempatan untuk memperdalam struktur tersebut,” ujar Agastya Yatra, Head of Environment Nuanu. “Pada 2026, komitmen kami adalah memastikan sistem ini mencapai kematangan penuh, dengan hasil yang jelas, akuntabel, dan siap memandu peta jalan baru untuk tahun-tahun mendatang,” ujarnya.

Hal yang sama juga terkait dengan dampak sosial. Investasi sosial Nuanu pada 2025 dirancang berbasis kemitraan jangka panjang, bukan bantuan jangka pendek. Melalui Nuanu Social Fund, lebih dari Rp5,6 miliar dialokasikan untuk program pendidikan, budaya, kesejahteraan komunitas, dan kegiatan peningkatan mata pencaharian.
Sebagian besar pendanaan, yaitu sebanyak 62,9% ditujukan untuk kegiatan seni dan budaya, mengakui peran praktik kreatif sebagai penggerak koneksi sosial, transfer pengetahuan, dan partisipasi ekonomi lokal.
Program pendidikan dan pengembangan kapasitas menjangkau lebih dari 1.000 anak dan pelajar, serta 120 perempuan dan remaja perempuan melalui pelatihan keterampilan, literasi, dan penguatan kepercayaan diri. Secara keseluruhan, lebih dari 15 program pembelajaran terstruktur berhasil dilaksanakan.

Inisiatif kesehatan dan kesejahteraan memperkuat nutrisi, kesehatan mental, dan kesejahteraan komunitas secara umum. Melalui 5 program khusus, lebih dari 2.200 peserta mengikuti kegiatan yang dirancang untuk mendukung gaya hidup sehat, sementara lebih dari 20 kantong darah didonasikan untuk membantu upaya penyelamatan jiwa.
Program mata pencaharian berbasis alam menghubungkan kepedulian lingkungan dengan penghasilan sehari-hari, mendukung 863 rumah tangga melalui kegiatan pertanian berkelanjutan, pengelolaan sampah, dan upaya terkait keanekaragaman hayati.
Program peningkatan kesejahteraan membantu memperkuat respons darurat dan akses terhadap fasilitas publik penting. Melalui 9 inisiatif terarah, lebih dari 900 penerima manfaat memperoleh dukungan langsung, didukung oleh 3 peningkatan infrastruktur komunitas yang berkontribusi pada lingkungan yang lebih aman dan tangguh. Di samping itu, NSF melakukan upaya penyaluran bantuan darurat secara cepat kepada masyarakat yang terkena dampak banjir di Bali, dengan cakupan hingga 1.447 komunitas. “Nuanu Social Fund bertujuan memastikan bahwa pertumbuhan dan pendanaan berbasis komunitas benar-benar memberikan dampak bersama,” kata Auditya Sari, Head of the Nuanu Social Fund. “Pada 2025, kami fokus membangun komunitas, membangun kepercayaan melalui keterlibatan yang konsisten, alokasi yang transparan, serta kemitraan yang melampaui satu tahun atau proyek demi mendorong lebih banyak kebaikan sosial,” ujarnya.

Laporan Dampak 2025 menandai fase penting bagi Nuanu, ketika berbagai inisiatif yang telah diluncurkan mulai teruji dalam dinamika publik yang nyata. Pembelajaran dari tahun penuh pertama ini kini menjadi dasar bagi Nuanu dalam merancang pengembangan, investasi, dan akuntabilitas ke depan.

Nuanu adalah sebuah kawasan kreatif seluas 44 hektar di Bali, Indonesia, yang mewujudkan komitmen untuk hidup harmonis. Komunitas dinamis dari para kreator, pemimpin, dan agen perubahan diberdayakan untuk menumbuhkan budaya perubahan positif. Dirancang sebagai ekosistem yang terintegrasi, kawasan ini memiliki ruang-ruang khusus untuk pendidikan, seni & budaya, kebugaran, hiburan, dan kehidupan yang terinspirasi oleh alam, dengan visi untuk masa depan di mana elemen-elemen ini berpadu secara harmonis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *