TPA Suwung, April Batas Akhir Sampah Organik, Agustus Total Ditutup
Denpasar[KP]- Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan, TPA Suwung akan ditutup secara bertahap mulai April 2026. Hal ini disampaikan Koster dalam sidang paripurna DPRD Bali, Rabu (25/3/2026). Koster menegaskan, tinggal sepekan lagi TPA Suwung akan ditutup. Namun penutupan tersebut adalah sampah organik. “Untuk sampah organik, akan ditutup pada 31 Maret 2026,” ujarnya. Artinya, sejak 1 April 2026, sampah yang masuk ke TPA Suwung adalah hanya sampah residu. Sementara sampah organik akan ditutup total dan harus diselesaikan di sumber yang memproduksi sampah.
Koster melanjutkan, setelah sampah organik ditutup total pada akhir Maret 2026, sampah residu tetap diizinkan untuk dibuang ke TPA Suwung. Namun kondisi ini hanya berlangsung 3 bulan. Sebab, Pemprov Bali akan bertindak tegas, sampah residu juga akan ditutup pada 31 Agustus 2026. “Jadi, sampah organik ditutup pada 31 Maret 2026, kemudian TPA Suwung hanya melakukan penerimaan sampah residu sampai dengan Agustus 2026. Dan pada 31 Agustus 2026, TPA Suwung akan ditutup total untuk seluruh sampah,” ujarnya. Seluruh sampah akan diolah langsung di sumbernya.
Sementara Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya menegaskan, jika dewan Bali selaku pengawas selalu mendukung upaya pemerintah untuk mengelola sampah dengan baik. Ia menjelaskan, sudah berbagai upaya Pemprov Bali untuk melakukan berbagai urusan yang menyangkut dengan lingkungan hidup. “Soal lingkungan hidup, Bali memang mengalami begitu besar masalah yang dihadapi. Dan ini perlu dukungan dari masyarakat Bali dan semua elemen lainnya. Terutama bagaimana menangani sampah. Masyarakat saya minta lihat kanan kiri sekitar kita, apakah lingkungan kita masih bersih atau atau tidak, masih hijau atau sudah tercemari. Saya bersama DPRD Bali akan terus melakukan pengawasan,” ujarnya.
Terkait dengan upaya Pemprov Bali yang akan menutup TPA Suwung, pria yang lebih dikenal dengan panggilan Dewa Jack tersebut menegaskan, pihaknya terus mendukung upaya penutupan tersebut. “Namun itu semua masih bisa ada negosiasi. Saya ikut juga pertemuan dengan Kementerian LHK, rencana awalnya seperti itu. Namun kalau belum optimal maka akan diperpanjang lagi. Mudah-mudahan akan diperpanjang lagi,” ujarnya.
