Bawaslu Bali Ajak UMKM Melihat Pemilu dari Kepentingan Usaha
Buleleng[KP]-Pilihan di bilik suara tidak berhenti ketika surat suara dimasukkan ke kotak suara. Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pilihan tersebut turut menentukan siapa yang akan membuat kebijakan yang pada akhirnya bersentuhan dengan kehidupan ekonomi masyarakat.
Hal itu menjadi salah satu pesan yang disampaikan Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Bali, Ketut Ariyani, saat berdialog dengan pelaku UMKM di Buleleng, Rabu (2/9/2026).
Menurut Ariyani, masyarakat perlu melihat pemilu bukan sekadar proses memilih calon pemimpin, tetapi sebagai momentum menentukan arah kebijakan untuk beberapa tahun ke depan. Kebijakan yang dihasilkan pemimpin terpilih akan kembali kepada masyarakat, termasuk mereka yang menjalankan usaha.
Karena itu, pelaku UMKM dinilai perlu memahami bahwa keputusan politik memiliki konsekuensi yang lebih luas daripada sekadar siapa yang memperoleh suara terbanyak. Pilihan terhadap pemimpin juga berkaitan dengan arah kebijakan yang akan dijalankan setelah pemilu.
Ariyani mendorong pelaku UMKM menggunakan hak pilih secara sadar dengan mempertimbangkan rekam jejak, gagasan, serta program yang ditawarkan peserta pemilu. Menurut dia, pilihan politik sebaiknya tidak ditentukan oleh popularitas semata ataupun pemberian sesaat.
“Jangan sampai suara kita ditukar dengan sesuatu yang nilainya tidak sebanding dengan kepentingan lima tahun ke depan. Kalau ada yang memberikan uang atau sesuatu untuk memengaruhi pilihan, masyarakat harus berani menolak,” katanya.
Ia menilai pelaku UMKM juga memiliki posisi penting dalam menjaga kualitas demokrasi. Selain menggunakan hak pilih, masyarakat dapat turut mengawasi proses pemilu dan melaporkan apabila menemukan dugaan pelanggaran.
“Pemilu yang baik bukan hanya ketika masyarakat datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya. Kita juga ingin masyarakat berani menjaga pilihannya, termasuk dengan menolak politik uang,” ujar Ariyani.
Menurutnya, kesadaran tersebut penting agar pilihan politik tidak berhenti sebagai keputusan pribadi di bilik suara, tetapi menjadi bagian dari upaya masyarakat mengawal pemerintahan yang akan bekerja setelah pemilu.
Dengan demikian, bagi pelaku UMKM, membicarakan pemilu bukan sesuatu yang terpisah dari urusan usaha. Pilihan politik hari ini turut menentukan siapa yang akan memegang kewenangan membuat kebijakan dan bagaimana kepentingan masyarakat, termasuk dunia usaha, diperhatikan ke depan.
