Canggu Semakin tidak Nyaman, Dicegat Wajah Dua Pemuda Disayat Senjata Tajam oleh Geng Misterius di Canggu
Denpasar[KP]-Dua pemuda menjadi korban aksi kekerasan brutal setelah dicegat sekelompok pria tak dikenal di sebelah barat B Mart, Jalan Raya Canggu, Kelurahan Kerobokan, Kecamatan Kuta Utara, Badung, Sabtu malam (27/6/2026) pukul 23.00 WITA. Akibat kejadian itu, dua korban berinisial DN (29) asal Banyuwangi dan SJ (19) asal Jumapolo, Karanganyar, Jawa Tengah, mengalami luka sayat serius di bagian wajah. Keduanya diduga menjadi sasaran penyerangan menggunakan senjata tajam usai terlibat cekcok di jalan.
PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, SH menjelaskan, peristiwa bermula saat kedua korban mengendarai sepeda motor dari arah timur. Ketika melintas di pintu keluar pasar malam Kerobokan, mereka berpapasan dengan sekelompok pria yang hendak menyeberang jalan. Situasi sempat memanas lantaran nyaris terjadi serempetan. Diduga tersulut emosi, sekitar lima pria yang belum diketahui identitasnya langsung mengejar korban menggunakan tiga sepeda motor berbeda, yakni Yamaha Vixion, Suzuki Satria FU, dan Yamaha Jupiter MX. “Korban dikejar hingga di sebelah barat B Mart. Di lokasi itulah terjadi perkelahian dan salah satu pelaku diduga mengeluarkan pisau lalu menyayat wajah kedua korban,” ungkap Inastuti, Senin (29/6/2026).
Setelah melancarkan aksinya, para pelaku kabur meninggalkan lokasi. Sementara DN dan SJ yang terluka bergegas menuju Rumah Sakit Lira Medika Kerobokan untuk mendapatkan penanganan medis. Peristiwa itu langsung mendapat respons cepat aparat. Polisi bersama personel TNI AD dan Pecalang Desa Adat setempat mendatangi lokasi kejadian untuk mengamankan situasi, mengumpulkan keterangan saksi, dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Hingga kini, Unit Reskrim Polsek Kuta Utara masih memburu para pelaku. Polisi juga tengah menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi guna mengungkap identitas para pelaku serta motif di balik aksi berdarah tersebut. “Ya, kami mengimbau kepada warga dan wisatawan meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas pada malam hingga dini hari,” imbuhnya.
