Agustus 9, 2026

Festival Kapal Yacth Dikunjungi 5000 Pengunjung, Menpar Sebut Kapal Pesiar Masa Depan Pariwisata Indonesia

0
IMG_20260808_193054

Denpasar[KP]-Festival Yacth yang digelar di Pelabuhan Marina Benoa Bali dipadati 5000 pengunjung. Ketua Panitia Festival Yacth Nova Yudhanto Mugijanto dari PT PAN Maritime Wira Pawitra mengatakan, Festival Yacth ketiga diikuti oleh 800 lebih anggota Indonesian Nasional Shipowners’ Association (INSA). Kali ini merupakan festival ketiga karena dimulai selama 2 tahun sekali sejak tahun 2022. “Festival digelar selama tiga hari mulai tanggal 7-9 Agustus 2026. Saat pembukaan kemarin dihadiri lebih dari 1000 orang. Dari tiket yang dijual hingga saat ini sudah mencapai 5 ribu orang,” ujarnya di Benoa, Sabtu (8/8/2026).

Dalam festival kali ini ada beberapa isu penting yang menjadi atensi. Salah satunya yakni wellness marine tourism dan gastronomi. Tema ini sesuai dengan program Kementerian Pariwisata. Festival Yacth mencoba untuk mengenalkan pengalaman para wisatawan terutama di wisata bahari. Selain itu, event ini memberikan edukasi kepada lebih dari 400 anak anak SD, SMP tentang potensi bahari Indonesia. Juga memberikan pengetahuan dan hospitality tentang pariwisata bahari. “Kita memberikan info hospitality, bahwa hospitality itu tidak hanya di hotel tapi juga ada di kapal pesiar, wisata bahari, edukasi kapal juga bagi anak anak. Respon cukup positif dan bahkan dari peserta sangat senang ada juga manajemen kapal wisata,” ujarnya. Yacht ini pengalaman tinggi pasti juga value nilainya tinggi service juga harus disesuaikan.

Dalam festival kali ini yang diundang tidak hanya pemilik kapal, tetapi juga designer kapal, market kapal dan seterusnya. Selain edukasi, ada juga talk show di atas kapal. Dalam talk show nanti ada banyak isu yang dibahas, salah satunya adalah isu sampah di Bali. Selain itu juga dibicarakan tema bisnis kapal dan bisnis pariwisata bahari.

Sementara Menteri Pariwisata Indonesia Widiyanti Putri menegaskan, dirinya hadir di acara Yacth Festival 2026 karena festival ini sangat penting untuk masa depan pariwisata bahari Indonesia. “​Saya hadir di acara Indonesia Yacht Festival 2026. Acara ini merupakan etalase penting yang menunjukkan berkembangnya ekosistem yacht tourism yang mendorong tumbuhnya pasar marine tourism berkualitas bersama dengan cruise tourism dan diving tourism,” ujarmya.

​Kementerian Pariwisata menyampaikan apresiasi kepada INSA atas penyelenggaraan festival yang menjadi tonggak penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi yacht tourism kelas dunia. Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi destinasi wisata bahari kelas dunia. “Kita adalah negara kepulauan terbesar di dunia dengan kekayaan biodiversitas laut terbesar kedua di dunia sebagai bagian dari Coral Triangle. Potensi ini juga tersebar di berbagai daerah. Kalau kita bandingkan dari ukuran saja, Laut Mediterania dari barat ke timur sepanjang 3.860 kilometer dengan garis pantai 46.000 kilometer yang meliputi 22 negara di Eropa, Afrika, dan Timur Tengah. Sedangkan panjang Indonesia dari barat ke timur, satu negara saja 5.150 kilometer dengan garis pantai 99.000 kilometer,” ujarnya.

Ia juga membandingkan bahwa di Laut Mediterania, industri yacht tourism sudah sangat berkembang. Terdapat lebih dari 1.000 marina dengan lebih dari 50 marina internasional dengan layanan yang lengkap. Ini menjadi pemantik perkembangan ekonomi di sepanjang garis pantai tersebut. ‘​Kalau kita lihat di Indonesia saat ini baru memiliki 30 marina tingkat nasional dan saya melihat ini menjadi sebuah potensi yang bisa dikembangkan lebih jauh,” ujarnya.

Ia menegaskan, potensi ekonomi dalam industri bahari dengan kapal Yacth sangat menjanjikan. Di Australia dengan pengembangan industri yacht mereka, omset dalam satu tahun mencapai 8,84 miliar dolar Amerika Serikat dan terdapat lebih dari 2.000 bisnis yang mendukung industri ini. Ini adalah perputaran ekonomi yang dampaknya dirasakan oleh semua pelaku usaha dalam sektor tersebut. “​Dengan perbandingan ini, sudah semestinya kita optimistis bisa membangun marine tourism yang mampu menarik banyak wisatawan mancanegara. Dan oleh karena itu, penyelenggaraan Indonesia Yacht Festival 2026 menjadi sangat relevan,” ujarnya.

​Festival ini tidak hanya menampilkan yacht dan teknologi maritim, tetapi juga mempertemukan industri, investor, komunitas, pemerintah, serta pelaku pariwisata dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. ​Marine tourism masa depan adalah pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. “Dengan menghadirkan pengalaman berkualitas terbaik bagi wisatawan dalam wisata bahari, kita harus memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan pantai dan laut serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di pesisir. ​Dengan ini kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan Indonesia Yacht Festival bukan sekadar agenda dua tahunan, melainkan platform kolaborasi yang menghasilkan inovasi, investasi, promosi, dan kerja sama internasional bagi kemajuan pariwisata bahari Indonesia,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *