Agustus 23, 2026

Mahasiswa dan Pemuda Nagekeo Bali Galang Donasi Gempa Flores Hingga Puluhan Juta

0
IMG-20260821-WA0090

Denpasar[KP]-Ikatan Mahasiswa Pemuda Nagekeo-Bali (IKMAPENA-BALI) melakukan respon cepat terhadap bencana gempa Flores yang terjadi pada 15 Agustus 2026 lalu, dimana Kabupaten Nagekeo sebagai pusat gempa. Puluhan anggota IKMAPENA Bali melakukan aksi kemanusian selama dua hari (16-17/8/26) untuk korban bencana gempa bumi di Flores, khususnya bagi warga Nagekeo yang menjadi pusat gempa. Inisiatif ini muncul secara spontan karena mendengar kabar bahwa Nagekeo menjadi pusat gempa dengan banyak korban infrastruktur yang rusak parah.

Ketua IKMAPENA Bali Yakobus Syakur Edwin Namo saat dikonfirmasi Jumat malam (21/8/2026) mengatakan, spirit solidaritas kemanusiaan yang mendalam membuat seluruh anggotanya secara spontan turun ke jalan menghimbau bantuan bagi sanak saudara yang ada di 7 kecamatan di Nagekeo yang sedang mengalami bencana gempa Flores. “Kami bereaksi secara spontan, tanpa banyak diskusi, bekerja dengan tulus, melakukan berbagai proses penggalangan dana, mulai dari surat resmi kepada beberapa instansi terkait, turun ke jalan selama dua hari. Hasilnya terkumpul sekitar Rp 60 Juta,” ujarmya. Ia menyampaikan banyak apresiasi kepada seluruh warga Bali tanpa kecuali yang telah mempercayakan donasinya melalui IKMAPENA Bali untuk disalurkan ke Nagekeo. “Terima kasih kepada seluruh masyarakat Bali yang telah memberikan donasi. Kami berjanji akan meneruskan amanat ini kepada mereka yang paling membutuhkan di Nagekeo saat ini,” ujarnya.

Aksi spontan untuk kemanusiaan itu terjadi selama dua hari di beberapa titik keramaian di Bali seperti di Pojok Sudirman Denpasar, Perempatan Jln Imam Bonjol dan juga di kawasan Sanur Bali. Dalam pelaksanaan aksi kemanusian tersebut diikuti 50 orang anggota IKMAPENA Bali. Aksi spontan tersebut sungguh di luar dugaan, karena hanya dalam waktu singkat terkumpul puluhan juta.

Ketua Umum Ikatan Keluarga Besar Nagekeo (IKANA) Bali Simon Woge memberikan apresiasi yang tinggi kepada anak-anak muda di IKMAPENA Bali yang bergerak cepat melakukan aksi kemanusiaan bagi keluarga besar di Nagekeo Flores yang saat ini sedang dilanda gempa. “Saya sangat apresiasi dan hormat kepada anak-anak muda di IKMAPENA Bali. Mereka bergerak cepat, spontan. Saya harus akui, tim reaksi cepat ini mengalahkan unit-unit yang ada di IKANA Bali. Dilandasi solidaritas yang tinggi, bekerja dengan hati, maka bisa terhimpun dana yang cukup besar dari masyarakat Bali untuk korban gempa di Nagekeo,” ujarnya.

Simon juga menegaskan, fakta di lapangan menunjukkan, Nagekeo sebagai pusat gempa namun penanganan masih jauh dari harapan. Keterbatasan akses, koordinasi seluruh stakeholder terkait disana sini masih banyak yang bolong. Terutama bantuan kemanusiaan yang paling dibutuhkan saat ini masih tercecer di mana mana. Banyak sekali laporan di lapangan yang memperlihatkan bahwa banyak pengungsi mandiri yang tidak terjangkau bantuan. Ia meminta agar donasi yang sudah terkumpul fokus kepada masyarakat pengungsi mandiri yang tersebar di berbagai desa pedalaman di Nagekeo.

Menjawabi persoalan tersebut, Sekretaris IKMAPENA Bali Silvester Lena didampingi Emirensiana Coo menegaskan, timnya sudah memiliki timeline dan skema bantuan dari IKMAPENA Bali ke Nagekeo. “Kami sepakat bahwa donasi yang dikumpulkan oleh IKMAPENA Bali akan difokuskan ke pengungsi mandiri yang tersebar di desa-desa pedalaman di Nagekeo yang tidak tersentuh bantuan dari pemerintah dan para donatur lainnya. Kami juga menjamin jika donasi yang terkumpul ini akan disalurkan secara transparan, akuntable, dan bisa diaudit oleh siapapun. Ini untuk menjaga kepercayaan publik Bali bahwa kami benar-benar bekerja untuk kemanusiaan di Nagekeo,” ujarnya.

Terkait timeline dan skema, Sil menjelaskan bahwa IKMAPENA Bali dalam beberapa hari ini akan membentuk tim di 7 kecamatan di Nagekeo. Tim ini yang akan bekerja mencari data dan fakta di posko resmi di seluruh kecamatan dan desa. Setelah tim terbentuk, dan setelah data dan peta terkumpul maka bantuan akan disalurkan dengan memperlihatkan komposisi jumlah warga berdampak yang pengungsi mandiri. Jumlah tiap kecamatan tentu saja tidak sama, karena banyak kecamatan yang sudah terjangkau bantuan pemerintah. Kemudian uang akan ditransfer ke koordinator kecamatan, dengan titik belanja bahan kebutuhan yang sudah dipetakan dari Bali. “Kami jamin semuanya transparan, by data dan dokumentasi,” tegasnya. Bantuan diperkirakan akan sampai di masyarakat yang membutuhkan, sampai dengan akhir Agustus 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *