Mei 28, 2026

Sentuhan Inovasi Pakan Lokal Menjadi Kunci Keberlanjutan Budidaya Lele

0
IMG-20260527-WA0046_copy_4032x3024_1

Tabanan[KP]-Tingginya biaya pakan pabrikan masih menjadi momok utama yang mencekik margin keuntungan para pembudidaya ikan lele di pedesaan. Langkah konkret diambil oleh akademisi dengan melatih warga memanfaatkan potensi tanaman liar di sekitar lingkungan sebagai formula pakan alternatif yang murah dan ramah lingkungan.

Langkah ini diaplikasikan langsung dalam kegiatan pendampingan dan penguatan kapasitas masyarakat di Desa Kesiut, Tabanan, Rabu (27/5/2026). Warga yang tergabung dalam Kelompok Merta Sari Werdi mendapatkan pelatihan intensif mengenai teknik meracik pakan lele mandiri.

Narasumber pelatihan sekaligus dosen Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan (MSP) Universitas Warmadewa (Unwar), Gede Agus Surya Pratama, S.St.Pi., M.P., mengungkapkan bahwa ketergantungan peternak pada pakan komersial harus segera dikurangi. Menurut dia, kunci keberlanjutan usaha perikanan darat saat ini terletak pada kreativitas mengolah sumber daya lokal.

“Bahan-bahan yang kami gunakan dalam praktik kali ini sangat melimpah dan mudah ditemukan di sekeliling desa, seperti gedebong pisang, daun keladi, daun pepaya, daun gamal, serta dedak halus. Kombinasi bahan-bahan ini mampu menjadi alternatif pakan yang jauh lebih ekonomis bagi masyarakat,” ujar Gede Agus Surya Pratama di sela-sela kegiatan pelatihan. Pelatihan tersebut berjalan interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Warga terlibat aktif sejak proses pencacahan bahan baku hijau, pencampuran formula, hingga teknik fermentasi agar pakan lokal ini memiliki kandungan nutrisi yang optimal untuk pertumbuhan ikan lele.

Gede Agus Surya Pratama menjelaskan, kegiatan praktik ini dirancang bukan sekadar untuk memberikan keterampilan musiman. Tujuan besarnya adalah meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat pembudidaya ikan agar mampu menekan biaya produksi sekecil mungkin sekaligus mendukung konsep perikanan berkelanjutan berbasis potensi desa.

“Sentuhan inovasi pada pakan lokal menjadi kunci utama agar budidaya lele warga tetap bertahan di tengah ketidakpastian harga pasar. Ketika biaya pakan bisa ditekan, kesejahteraan pembudidaya otomatis akan meningkat,” imbuhnya.

Kegiatan di Desa Kesiut ini merupakan bagian dari program International Community Service yang diusung oleh Universitas Warmadewa. Agenda internasional ini menjadi wujud nyata komitmen Prodi MSP Unwar dalam memperluas jejaring global sekaligus mengimplementasikan ilmu pengetahuan langsung di tengah masyarakat.

Langkah hilirisasi ilmu pengetahuan ini juga diselaraskan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusi nyata tersebut menyasar pada pilar pendidikan berkualitas melalui transfer ilmu, kemitraan lintas sektor, serta pengelolaan keberlanjutan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

Melalui sinergi internasional ini, jalinan kerja sama antara perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah daerah, dan mitra internasional diharapkan dapat terus berlanjut. Peta jalan yang konsisten diyakini mampu memperkuat sektor perikanan darat dan membawa dampak kesejahteraan yang masif bagi masyarakat berbasis potensi lokal.
Pada kesempatan tersebut, materi internasional disampaikan oleh Lorren Louis V. Vitalicio dengan topik Animal Husbandry and Fisheries. Paparan ilmiah dari Filipina tersebut secara khusus membahas pengembangan sektor peternakan dan perikanan berbasis keberlanjutan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta peluang kolaborasi internasional dalam pengembangan sumber daya perairan.

Agenda internasional ini menjadi wujud nyata komitmen Prodi MSP Unwar dalam memperluas jejaring global sekaligus mengimplementasikan ilmu pengetahuan langsung di tengah masyarakat. Penguatan kapasitas dari hulu teknis hingga wawasan makro global diharapkan mempercepat kemandirian desa.

Langkah hilirisasi ilmu pengetahuan ini juga diselaraskan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Kontribusi nyata tersebut menyasar pada pilar pendidikan berkualitas melalui transfer ilmu, kemitraan lintas sektor, serta pengelolaan keberlanjutan sumber daya alam secara bertanggung jawab.

Melalui sinergi internasional ini, jalinan kerja sama antara perguruan tinggi, masyarakat, pemerintah daerah, dan mitra internasional diharapkan dapat terus berlanjut. Peta jalan yang konsisten diyakini mampu memperkuat sektor perikanan darat dan membawa dampak kesejahteraan yang masif bagi masyarakat berbasis potensi lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *