Sudah Sepekan Pelayanan Unit Radiologi RS Siloam Terganggu, Sudah 50 Pasien tidak Terlayani dengan Baik
Denpasar-Sudah hampir sepekan ini, pelayanan unit Radiologi Rumah Sakit Siloam Denpasar Bali mengalami gangguan besar. Hal ini terjadi sejak Sabtu lalu 20 Desember 2025. Pelayanan radiologi khususnya untuk CT Scan memgalami gangguan yang sangat berarti yang disebabkan oleh kerusakan alat secara teknis. Pihak teknisi Rumah Sakit Siloam Denpasar sudah berupaya untuk mengatasi permasalahan ini namun belum berhasil.
Kepala Pelayan Radiologi RS Siloam dr. Made Wahyudi didampingi Head of Busness RS Siloam Aditya Sudibia mengatakan, pihak teknisi RS Siloam sudah melakukan berbagai upaya untuk memperbaiki alat yang dimaksud. Ia mengaku jika alat bagian CT Scan yang macet dibutuhkan penggantian spare part dari Tim Philip Jakarta. “Kejadian sudah berlangsung sejak tanggal 20 Desember 2025 lalu. Berbagai upaya sudah dilakukan namun belum berhasil,” ujarnya.
Kejadian yang tidak diinginkan tersebut tentunya akan mengalami kendala di bidang pelayanan rumah sakit terhadap pasien yang akan melakukan tindakan CT Scan.
Sampai berita ini dimuat pihak rumah sakit belum dapat mengatasi masalah tersebut dikarenakan masih menunggu pengiriman dari pihak Philip Jakarta. Jumlah yang tidak terlayani sampai saat ini hampir 50 pasien. Sudah pasti pihak RS Siloam sangat dirugikan dengan kejadian ini sebab sudah banyak pasien yang tidak terlayani. Ia mengaku akan diupayakan minggu pertama awal tahun 2026.
Khusus untuk pasien emergensi pihak RS Siloam harus bekerja sama dengan RS BIMC Nusa Dua, dan tidak ada perubahan harga atas pelayanan tersebut. Kerugian yang dialami hingga saat ini sudah diperkirakan mencapai Rp 600 juta. Sebab rata rata pasien membayar Rp 3 juta perorang untuk berbagai pelayanan radiologi.
Ia menjelaskan, usia Spare part unit radiologi di RS Siloam sudah mencapai 13 tahun dan sudah saatnya diganti dan diperbaiki. Spare part harganya berkisar Rp 700 juta. Rencananya akan diperbaharui dengan merk yang baru selain Philip, GE, Siemens dan sebagainya.
