Lebih dari 20 Ribu Pekerja Migran akan Masuk ke Bali

Denpasar[KP]-Gubernur Bali I Wayan Koster mengatakan, lebih dari 20 ribu pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bali akan kembali ke Bali dalam beberapa waktu ke depan ini. Mereka adalah PMI asal Bali yang bekerja di beberapa negara namun terbanyak berada di Amerika Serikat, Italy dan beberapa negara lainnya di Eropa dan Amerika. Dari jumlah tersebut, yang sudah kembali sampai hari ini adalah sebanyak 6.174 orang. “Ini adalah warga Bali yang semuanya akan kembali ke Bali dalam beberapa waktu ke depan ini. Yang sudah kembali sebanyak 6.174 orang. Nanti malam ini, Rabu (8/4), akan tiba di Bali sebanyak 601 orang. Artinya, dalam beberapa waktu ke depan ini akan ada lebih dari 20 ribu orang PMI asal Bali yang akan datang ke Bali. Mereka lebih banyak bekerja di kapal pesiar dan beberapa sektor lainnya,” ujar Koster di Denpasar, Rabu (8/4).
Menurut Koster, sekalipun PMI itu warga Bali namun tetap dijalankan pemeriksaan di Bandara Ngurah Rai secara ketat. Saat tiba di Bandara Ngurah Rai, PMI Bali ini menjalani sejumlah tahapan pemeriksaan, mulai dari pemeriksaan dokumen, koper atau tas, pemeriksaan suhu tubuh hingga langsung dijalankan pemeriksaan Rapid Test. Dalam pemeriksaan Rapid Test, bila negatif maka para PMI langsung pulang ke rumahnya masing-masing untuk menjalankan proses karantina mandiri atau isolasi mandiri selama 14 hari berikutnya. “Sementara bila dalam pemeriksaan Rapid Test diketahui positif maka para PMI itu akan langsung dibawa ke tempat karantina yang sudah disiapkan oleh Pemprov Bali di empat titik dengan fasilitas lengkap. Setelah dikarantina, mereka akan diambil Swab untuk diperiksa dengan PCR. Bila positif maka mereka akan dirawat hingga sembuh dan tidak akan diizinkan kemana-mana. Bila dalam proses penyembuhan ada yang sakit atau kondisinya terus drop maka mereka akan dibawa ke rumah sakit untuk diisolasi dan dirawat hingga sembuh,” ujarnya.
Bagaimana dengan ribuan lainnya yang saat ditest dengan Rapid Test diketahui negatif. Menurut Koster, saat isolasi mandiri di rumah mereka akan tetap diawasi. “Saya minta kepada Satgas Gotong Royong di tingkat desa untuk mengawasi. Keluarga juga saya minta untuk bekerja sama. Ini demi keselamatan bersama,” ujarnya. Koster juga meminta kepada warga Bali agar menerima PMI asal Bali dengan baik. Jangan sampai mereka didiskriminasi, dianggap pembawa virus. Ini juga tugas Satgas Gotong Royong Desa untuk mengatasinya. Bila akhirnya mereka sakit, demam, batuk, pilek dan sebagainya maka petugas segera berkoordinasi dengan Puskesmas atau rumah sakit terdekat. A03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *