Pohon Natal Unik, Dirakit dari 1000 Wayang Lontar Kering di Intercontinental Bali Resort

Denpasar[KP]- InterContinental Bali Resort menyambut musim libur Natal dan Tahun baru dengan menyuguhkan dekorasi Natal yang unik dan berbeda dari lainnya. Disebut unik karena pohon natal setinggi 4 meter lebih tersebut disusun dari 1000 wayang. Director of PR & Marketing Intercontinental Bali Resort Andry Kurniawan mengatakan, pohon natal unik ini merupakan garapan dari seniman asli Bali yakni I Gusti Ngurah Adhiarta dari Kakul Art Production. “Sebanyak 1000 wayang tersebut dibuat dari daun lontar kering. Setelah dirakit menjadi wayang, lalu disusun menyerupai pohon natal setinggi 4 meteran,” ujarnya Rabu malam (6/12/2023).
Ia memastikan, jika daun lontar kering tersebut material yang berasal dari lokal Bali. Sementara senimannya, berasal dari Bali yakni dari Kakul Art Production. “Pohon natal kali ini sangat unik karena merupakan perpaduan antara budaya lokal Bali yang sangat populer di dunia berupa wayang,” ujarnya. Intercontinental Bali Resort marketnya berasal dari berbagai negara di dunia. Natal itu identik dengan pohon natal dan pernak-pernik khas lainnya. Namun kali ini, pohon natal yang identik dengan kekristenan tersebut dikemas dalam balutan budaya Bali. Alhasil, keunikan pohon natal ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan atau tamu hotel yang ada di Pantai Jimbaran tersebut.
Resort Manajer InterContinental Bali Hotel Christoph Pouls mengatakan, tema pohon natal kali ini adalah ‘Kayon”. Manajemen hotel memperkenalkan pohon Natal dengan tema “Kayon” yang menawan kepada seluruh tamu dan pengunjung. Pohon natal ini berdiri megah dan anggun setinggi empat meter. ‘Kayon adalah mahakarya yang dihiasi dengan 1000 wayang yang dibuat dengan cermat dan teliti dengan berbahan daun palem kering yang halus.Dibuat oleh tangan terampil seniman Bali, I Gusti Ngurah Adiartha dan Kakul Art Production, Pohon Natal berkonsep wayang ini memadukan elemen tradisi libur Natal dengan seni budaya Bali yang sangat indah. Mengambil inspirasi dari filosofi Bali Bhuana Agung atau Bumi, Kayon melambangkan lima elemen kehidupan: tanah, air, api, angin, dan ruang kosong, menceritakan kisah-kisah yang mirip dengan yang ditampilkan dalam pertunjukan Wayang Bali,” jelasnya.
Ia melanjutkan, berangkat dari hiasan pohon Natal konvensional sebelumnya, maka kali pohon natal menghadirkan sentuhan keunikan melalui wayang buatan tangan, yang setiap wayangnya merupakan karya seni miniatur yang mencerminkan kreativitas dan keterampilan perajinnya. Akulturasi tradisi dalam sebuah konsep wayang sebagai dekorasi natal menanamkan dimensi unik dan menyenangkan ke dalam pohon, menekankan nilai keahlian, seni dan individualitas dalam dekorasi hari raya.
Pohon Natal Wayang ini mengundang rasa takjub dan dan penuh kesan. Lapisan wayang yang digantung menciptakan tampilan visual yang menawan, memberikan bayangan yang mempesona di dinding. Cahaya lampu yang hangat, berpadu dengan nuansa warna tanah dari daun palem kering, memberikan suasana yang nyaman dan mengundang, mengubah lobi resor yang megah menjadi surga kegembiraan yang meriah. “Kami ingin menghadirkan pengalaman yang berbeda dan unik kepada para tamu melalui konsep PohonNatal yang unik, dan berbeda dari tradisi yang ada dan yang mereka lihat di negara mereka. Kayon, dengan pengrajin bonekanya, tidak hanya merayakan semangat perayaan tetapi juga memberikan penghormatan kepada warisan budaya Bali yang kaya,” katanya. 
Peresmian Pohon Natal Kayon menandai perayaan kreativitas, warisan budaya, dan kegembiraan musim liburan di InterContinental Bali Resort. Pengunjung diajak untuk membenamkan diri dalam dunia  seni dan budaya Bali yang mempesona berpadu dengan semangat kebersamaan dan kemeriahaanNatal dan Tahun Baru selama mereka berlibur di InterContinental Bali Resort. A01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *