WNA Ajak Ojol Lakukan Perbuatan Asusila di Bali, Perkuat Dugaan Bali Jadi Lokasi Produksi Video Asusila
Denpasar[KP]-Bali kembali heboh. Lagi-lagi ini adalah ulah warga negara asing. Terkini, seorang wanita cantik yang belum diketahui dari negara mana, merekam perbuatan asusila antara dirinya dengan seorang driver ojek online. Aksi mesum hubungan layak suami isteri ini heboh di berbagai platform media sosial di Bali. Video asusila ini diduga dilakukan di kawasan Gianyar Bali. Pelakunya melibatkan seorang warga negara asing (WNA) bersama seorang pengemudi ojek online (ojol) yang disebut sebagai pria lokal yang berada di Bali. Dua video berdurasi sekitar 17 menit lebih dan juga beberapa detik tersebut viral di berbagai platform media sosial, dan memicu beragam reaksi dari warganet. Video tersebut disebut-sebut memperlihatkan adegan tidak pantas antara seorang perempuan WNA dan seorang pria yang mengenakan jaket ojek online.
Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, video pertama berdurasi sekitar 17 menit lebih awalnya diposting oleh akun @slobyme dan kemudian direpost oleh ratusan akun lainnya. Akibatnya, video ini menjadi viral dan tranding di Bali. Video mesum itu memperlihatkan interaksi intim antara keduanya di sebuah villa dan dari sisi desain bangunan vila itu dapat dipastikan berada di Bali. Singkat cerita, dalam video itu wanita WNA telah memperlihatkan kegenitan sejak berada di atas motor dengan cara memeluk driver dari belakang, merangsang dengan menggunakan payudaranya. Bukan hanya itu. Saat tiba di depan vila, wanita WNA malah merayu driver untuk masuk ke dalam vila, dan langsung melakukan adegan tidak layak. Jika diamati dengan cermat, proses perekaman sudah sangat profesional, gambarnya berkualitas tinggi.
Masih dengan pelaku yang sama, namun beda pemeran cowok, ada video lain dengan durasi beberapa detik memperlihatkan pemeran wanita WNA ini mengambil paket yang diantarkan melalui jasa ojol tanpa menggunakan pakaian atas atau telanjang dada dan semuanya berakhir dengan hubungan seksual. Video kedua ini juga turut beredar luas di internet dan cepat menyebar melalui berbagai akun dan grup percakapan.
Hingga kini, identitas kedua orang yang muncul dalam video tersebut belum dapat dipastikan. Belum ada pula keterangan resmi dari pihak berwenang terkait kebenaran isi video maupun apakah peristiwa tersebut benar terjadi di Bali. Baik Kantor Imigrasi Ngurah Rai maupun Kantor Imigrasi Denpasar belum bisa memberikan keterangan dan melakukan penelusuran terkait dengan video tersebut.
Pelaku pariwisata Bali Made Jonathan meminta agar aparat berwenang agar segera menelusuri kasus ini dan mengambil langkah hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di Indonesia. “Kita harus tegas. Sebab, bukan tidak mungkin Bali ini menjadi tempat produser film porno lalu dijual di negaranya sendiri. Mereka yang untung kita yang buntung. Ini juga berdampak pada citra pariwisata Bali sebagai pariwisata budaya. Sebab, pengalaman beberapa waktu lalu, di seputaran Canggu, walau polisi sudah menangkap, interogasi, hasilnya hanya tindakan administratif berupa pelanggaran lalulintas,” ujarnya, Minggu (15/3/2026). Padahal buktinya sudah ada, rekam jejak Bonnie Blue sudah ada, ada kamera, tripod, kondom dan sebagainya, namun tidak bisa dijerat pasal UU Pornografi dan ITE. Alasannya itu untuk konten pribadi, tidak disebar di ruang publik dan sebagainya.
Menurut Jonathan, para ahli hukum harus mempelajari fenomena Bali menjadi produsen film porno. Kasus yang viral seorang wanita cantik dari WNA dengan driver Ojol perlu dicermati dengan teliti dan dalam perspektif hukum dan norma sosial. Sebab, bila itu murni kebutuhan seksual dari wanita asing, maka tidak ada rekaman video, tidak disebar di platform media sosial. Dari sisi gambar saja sudah kelihatan bahwa ini dilakukan oleh orang profesional dan pengalaman. Ada skenario yang sudah diatur sedemikian rupa untuk memperoleh gambar yang berkualitas. “Jadi kita mendesak agar Imigrasi dan Polri mengusut video ini, dan menindak tegas pelakunya,” ujarnya.
Meski demikian, peredaran video tersebut telah memicu perdebatan di media sosial. Sejumlah warganet menyoroti dugaan keterlibatan WNA dalam kasus tersebut, sementara itu dan mengingatkan masyarakat agar tidak ikut menyebarkan konten yang melanggar norma dan berpotensi melanggar hukum. Kasus ini menambah daftar peristiwa viral yang terjadi di Bali dalam beberapa waktu terakhir. Aparat biasanya akan melakukan penelusuran jika konten viral dinilai mengandung unsur pelanggaran hukum, termasuk penyebaran konten pornografi di internet. Hingga berita ini ditulis, video tersebut masih menjadi perbincangan luas di berbagai platform media sosial di Bali.
