Antisipasi Bencana Gunung Agung, KPUD Bali akan Simulasi Mitigasi Bencana

Denpasar [KP]-Ketua KPUD Bali I Dewa Gede Agung Lidartawan mengatakan, situasi Gunung Agung di Kabupaten Karangasem Bali sangat tidak menentu. Terkadang erupsi dan mengeluarkan abu. KPUD Bali kuatir, jika di hari pencoblosan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. “Kita tidak pernah mengharapkan Gunung Agung meletus di hari pencoblosan. Justeru sebaliknya kita berdoa agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di hari pencoblosan. Namun kalau pun akhirnya terjadi, maka KPUD Bali bersama KPUD Karangasem harus sudah siap dengan segala risiko yang terjadi,” ujarnya.

Bagaimana caranya agar pencoblosan tidak terganggu bila terjadi letusan, maka salah satu caranya adalah KPUD akan melakukan simulasi mitigasi bencana Pemilu. “Saya akan lakukan simulasi mitigasi bencana Pemilu minggu depan, dengan mengundang seluruh steakholder yang terlibat dan saya akan membuat pola-pola bagaimana maping yang akan kita lakukan jika terjadi bencana di Karangasem,” ujarnya. Beberapa pihak yang akan dilibatkan antara lain terutama BPBD, TNI, Polri, relawan, struktur KPUD dari provinsi hingga TPS dan sebagainya. Semuanya harus terlibat. Data sementara, ada 28 desa di lereng Gunung Agung yang harus menjadi perhatian. Namun dalam simulasi nantinya, hanya dilakukan di beberapa titik saja untuk menjadi referensi bagi petugas yang bekerja di hari pencoblosan bila terjadi erupsi. “Sekali lagi kita tidak pernah berharap itu terjadi dan kita tetap berdoa dan berharap sebaiknyaa tidak terjadi. Namun bila terjadi, kita sudah siap dengan berbagai kemungkinan, agar pencoblosan tetap berjalan,” ujarnya.

Beberapa skenario bisa dilakukan dalam simulasi. Misalnya terjadi bencana erupsi, desa A  ini akan dipindah kemana. “Sehingga nanti TPS-nya akan saya buat di tempat itu. Walaupun di wilayah kabupaten lain. Tetap rekapnya bukan di kabupaten itu, tetapi masuk ke Karangasem.

Semuanya kita akan petakan. Ini BPBD harus membuat set plan betul-betul rencana strategis bagaimana kita memindahkan TPS nantinya,” ujarnya.

Peta bencana dan alur evakuasi akan dijelaskan oleh BPBD Bali dan Karangasem. Keberadaan TPS pun mengikuti alur evakuasi tersebut. Biasanya, warga dalam satu banjar, atau satu desa direlokasi dalam satu titik pengungsian. Maka TPS pun mengikuti dimana warga atau pemilih mengungsi. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, pengungsi biasanya mengungsi secara berkelompok berbasis banjar. Ada beberapa kabupaten yang dituju seperti Bangli, Klungkung, sebagian Buleleng. Sisanya lebih banyak di wilayah Karangasem. Simulasi itu akan dibagi menjadi beberapa skenario. Beberapa diantaranya, bagaimana saat mengevakuasi jika sedang pencoblosan terjadi erupsi. Ini yang lebih rumit karena petugas KPPS harus mengawal kotak suara yang sudah tercoblos, surat suara yang belum tercoblos, memindahkan dari titik asal ke titik yang dituju, bagaimana kecepatannya, bagaimana mempertimbangkan keselamatan petugas, bagaimana menyelamatkan dokumen dan seterusnya. “Ini semua harus disimulasikan, supaya terbiasa,” jelasnya. A03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *