Konsistensi PYP dalam Membantu Warga Kurang Mampu di Bali

Denpasar[KP]-Sejak pandemi Covid19 mencuat, perubahan terjadi hampir di seluruh sektor kehidupan manusia. Banyak yang kehilangan pekerjaan, kehilangan penghasilan, banyak PHK, banyak juga stress dan putus asa. Fakta menunjukkan, ada banyak pekerja yang pulang kampung, beralih profesi dan sebagainya. Situasi ini juga melahirkan fakta lain, dimana banyak aksi kemanusian, banyak bantuan sosial yang datang dari lembaga pemerintahan, BUMN, swasta dan bahkan perorangan. Namun ternyata pandemi Covid19 ini belum juga berakhir. Berbagai aksi dan bantuan kemanusian mulai berkurang secara perlahan-lahan sementara kondisi ekonomi belum pulih dan banyak orang masih belum bisa bekerja dengan stabil untuk mendapatkan penghasilan. 
Namun demikian, masih ada satu grup kemanusian di Pulau Dewata Bali. Grup ini menamai dirinya sebagai group Peduli Yatim Piatu atau PYP yang dibentuk dari WhatsApp Grup. Grup ini digagas oleh I Komang Kusumaedi bersama kawan-kawan lainnya yang peduli terhadap kemanusian. Mereka secara konsisten terus membantu para yatim piatu dan semua warga yang sedang mengalami kesusahan. Bahkan aksi kemanusiaan ini terus berjalan di tengah dunia sedang berperang melawan pandemi Covid19 dan banyak orang mengalami kesulitan secara ekonomi. Ketika bantuan kemanusian saat badai pandemi sudah memudar, PYP Group terus bergerak secara konsisten membantu warga yang sedang berkesusahan. Walau hanya dibentuk dari Group WhatsApp saja, namun konsistensinya sudah teruji dengan baik.
Saat dikonfirmasi di Denpasar, Sabtu (15/5/2021), Kusumaedi menjelaskan, misi awal dibentuknya PYP Grup adalah untuk kemanusiaan. “PYP Group berusaha bisa membantu apa adanya tanpa beban selagi masih punya waktu dan kesempatan,” ujarnya. Group WA ini terbentuk sejak pertengahan tahun 2019. Saat ini anggota grup sebanyak 201 orang. Sudah banyak anggota grup yang keluar masuk, tidak masalah. Yang terpenting adalah kontribusi mereka jelas, laporan transparan. Mereka terdiri dari berbagai latar belakang pekerjaan dan profesi. Namun yang berpartisipasi memberikan sumbangan sebenarnya bukan hanya anggota grup saja tetapi totalnya sebanyak 982 orang dan bahkan banyak juga yang berasal dari luar Bali. “Sebenarnya di luar sana masih banyak orang yang peduli walau tidak banyak. Namun mereka tidak tahu harus disalurkan kemana. Pada titik inilah PYP siap menampung dan mendistribusikan langsung kepada warga yang membutuhkan di seluruh Bali,” ujarnya.
Sejak dibentuk sudah hampir dua tahun ini, sudah ada sekitar hampir mendekati 500 paket sembako yang sudah disalurkan secara sukarela oleh 52 relawan PYP yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota di Bali. Selain itu, khusus untuk anak yatim piatu juga ada tambahan uang tuna mulai dari Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta dan ini tergantung dengan kondisi keuangan para relawan. Biasanya yang tingkat SMA batas maksimal Rp 2 juta. Total yang sudah mendapatkan sumbangan uang sudah 172 siswa yang benar-benar yatim piatu. Hingga saat ini, Sabtu (15/5/2021), masih ada antri uang sekolah bagi anak yatim piatu sebanyak 24 orang. Sementara untuk sembako sebanyak 45 orang. 
Dalam konteks Covid19, bantuan PYP Group mulai melebar. PYP Group di awal Covid bulan Maret 2020 pernah salurkan bantuan ke BPBD Bali yakni sebanyak 50 APD lengkap. Kemudian pernah membeli paket logistik kesehatan berupa masker, handsanitizer, disinfectant, handscoon seharga total Rp. 16 juta dan dibagikan ke warga masyarakat di 9 kabupaten dan kota se-Bali. PYP Group bersama 17 organisasi relawan Satgas Covid melakukan sosialisasi, edukasi dan penyemprotan serta pembagian masker ke pasar-pasar tradisional di wilayah Denpasar, Tabanan, Gianyar, Badung, Bangli dan Klungkung. PYP Group pernah berkolaborasi dengan KAGAMA Bali, Universitas Warmadewa, Alumni Universitas Mahasaraswati, IKAPTK, Pasikian Pacalang Bali, Bali Rescue, Sae Rescue, Bali MX, RAPI, ORARI, SAR 115, ACT, WAPENA, JNE, Bali Collection dan RPS untukk kegiatan penyaluran bantuan ke anak-ana yatim – piatu dan paket sembako. “Biar kecil kita berbagi dan masih banyak yang membutuhkan pertolongan kita. Dan yang paling penting kita berbagi dengan happy,” pungkasnya. A01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *