Januari 21, 2026

Lebaran Usai, Migor di Bali tetap Mahal

0
d3a54e9a5be3d4aaeeafc8d7e408bf83

Denpasar[KP]-Walau hari raya Idul Fitri sudah selesai, harga minyak goreng (Migor) di Bali masih tetap mahal. Pantauan media ini di beberapa pasar tradisional dan minimarket di Kota Denpasar, harga Migor tetap saja tinggi walau Lebaran sudah selesai. Harga perliter untuk kemasan dua liter mencapai Rp 52 ribu sampai Rp 54 ribu. Seorang ibu rumah tangga yang bernama Luh Suratiana dijumpai di Denpasar mengatakan, harga masih tinggi. “Kalau yang kemasan premium itu dapatnya Rp 54 ribu yang kemasan dua liter. Tapi belinya harus antri. Bayar dulu di kasir baru ambil minyak goreng. Mereka tidak pajang di etalase. Katanya takut diborong masyarakat. Padahal kita beli secukupnya untuk masak,” ujarnya, Rabu (3/5/2022).
Berbeda lagi dengan minyak goreng yang dibungkus plastik. Jenis ini banyak dijumpai di pasar tradisional di beberapa titik di Denpasar. Seorang warga bernama Komang Wirasni yang ditemui di Pasar Katrangan Denpasar mengaku, ada Migor yang kiloan. Harganya lebih murah. “Walau hanya dibungkus plastik dengan karet gelang tapi harganya murah. Perkilo hanya Rp 18 ribu. Tidak tahu merk-nya apa tapi bagus untuk konsumsi,” ujarnya. Namun menurutnya, Migor kemasan plastik ini cepat habis dan jadi rebutan. Ia dan beberapa ibu rumah tangga lainnya di sekitar rumah harus berangkat ke pasar pagi hari agar bisa dapatkan Migor kemasan plastik. Bila tidak maka tidak akan kebagian. Ada yang disiasati dengan menitip ke tetangga yang datang ke pasar. “Ukuran kiloannya tidak pas tapi daripada beli di minimarket mahal mending di pasar tradisional,” ujarnya.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali I Wayan Jarta mengatakan, hingga saat ini sebenarnya harga Migor kemasan masih normal yakni untuk Migor kemasan Rp 25 ribu perliter, sehingga kemasan dua liter itu seharusnya hanya Rp 50 ribu. Untuk Migor curah harganya perkilo memang Rp 18.500. “Kalau per hari ini ternyata harga berubah naik maka kami akan segera cek ke lapangan. Saat ini memang masih suasana cuti bersama tapi demi masyarakat kami akan segera koordinasikan untuk cek lapangan. Soal perubahan harga yang mendadak dalam asumsi saya itu karena terjadi banyak libur, tersendat di para distributor dan sub distributor atau agen. Sementara yang di pasar tradisional juga sama. Pedagan cepat baca situasi lapangan demi keuntungan. Kalau dia lihat banyak orang tidak jual lalu hanya dia yang jual sendiri, maka ini dianggap peluang untung, dengan cara naikan harga sedikit atau kurangi kemasan. Makanya saya minta agar masyarakat beli Migor kemasan saja,” ujarnya. Namun keluhan masyarakat ini akan segera ditindaklanjuti oleh petugas di lapangan.
Data hingga 1 Mei 2022, untuk Migor curah kebutuhan harian di Bali mencapai 203.44 ton. Sampai tanggal 2 Mei kemarin Mash ada stok sekitar 1.851.16 ton. Jadi masih cukup untuk sekitar dua Minggu sampai tiga Minggu ke depan. Untuk Migor kemasan, kebutuhan harian di Bali sekitar 57 ton perhari. Stok sampai 1 Mei 2022 masih sekitar 641 ton. Bahkan sampai hari H masih ada sekitar 584 ton. Jadi masih cukup untuk dua sampai tiga Minggu ke depan dan bahkan sampai satu bulan ke depan. Harga kalau sesuai HET sebanyak Rp 14 ribu untuk Migor curah dan Rp 24.666 untuk Migor kemasan. “Saya selalu katakan, bahwa karena rantai distribusi yang panjang, maka banyak sekali biaya yang harus dikeluarkan agar Migor sampai ke tangan masyarakat. Jadi kalau ada perbedaan harga sedikit harap maklum. Intervensi pemerintah tidak bisa sampai ujung distribusi karena mereka tidak mau rugi,” ujarnya. A01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *