Satu-Satunya Tablo Jumat Agung Paroki St. Joanne Baptista Wolosambi Tahun 2024 ada di Stasi Dhawe

Mauponggo[KP]-Tablo kisah sengsara Yesus Kristus saat perayaan Jumat Agung, Jumat (29/3/2024) di Stasi St. Mikhael Dhawe, Paroki St. Joanne Baptista Wolosambi, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo berlangsung dengan khusuk dan hikmat. Tablo kisah sengsara Yesus Kristus kali ini diikuti lebih dari 600 umat Stasi St. Mikhael Dhawe. Mereka berjalan kaki mengitari 9 kelompok umat basis (KUB) yang ada di Stasi di lereng Gunung Ebulobo tersebut. Koordinator Tablo Kisah Sengsara Yesus Kristus Stasi St. Mikhael Dhawe, Januarius Timotius Loy saat dikonfirmasi menjelaskan, Orang Muda Katolik (OMK) Stasi St. Mikhael Dhawe sangat kompak menggelar Tablo Kisah Sengsara Yesus Kristus dalam perayaan Jumat Agung tahun 2024 ini. “Kami OMK kompak. Umat di Stasi St. Mikhael Dhawe juga sangat support. Makanya Tablo berlangsung sangat hikmat. Suasana Jumat Agung sangat terasa,” ujarnya.

Ia melanjutkan, adegan Tablo dimulai pukul 08.00 – 11.35 WITA. Seluruh adegan diperagakan oleh Orang Muda Katolik (OMK) Stasi St. Mikhael Dhawe, Paroki St. Joanne Baptista Wolosambi. Mereka mengisahkan sengsara Yesus dalam sebuah drama dan dihadiri oleh seluruh umat Stasi St. Mikhael Dhawe dan umat dari stasi-stasi tetangga.
Adegan Tablo kisah Sengsara Yesus, diperankan OMK Stasi St. Mikhael Dhawe berawal dari Kampung Dhaweyoja dan diakhiri di Kampung Wajo. Di tengah medan yang penuh tanjakan, dibaluti jalanan berlubang memberi aura positif terhadap penghayatan terhadap kisah sengsara Yesus ini. “Medan kami di Desa Lodaolo ini memang penuh bebatuan dan berlubang jalannya. Tapi semangat umat tidak pernah luntur mengikuti prosesi jalan salib dengan hikmat sekali,” ujarnya. Semua personil Tablo Kisah Sengsara Yesus Kristus kali ini adalah OMK dari Stasi Dhawe.

Pemeran Yesus Kristus, Petrus Senda saat dikonfirmasi mengatakan, dirinya sangat terharu bisa memerankan tokoh Yesus Kristus dengan sukses. “Saya sangat terharu bisa perankan Yesus Kristus dengan waktu yang singkat. Memang kita harus penuh penghayatan, dari hati yang paling dalam,” ujarnya. Ia mengaku, mengenal tokoh utama dalam Tablo yakni Yesus sendiri tidaklah sulit. Namun untuk memerankan tokoh tersebut butuh internalisasi yang serius dan mendalam.

Apresiasi yang tinggi disampaikan oleh Koordinator Stasi St. Mikhael Dhawe Eman Ndala. “Saya bangga sekali dan hormat terhadap OMK saya. Karena kompak, dalam waktu singkat, dengan persiapan yang hanya sepekan lebih, mereka sukses menyelenggarakan Tablo Kisah Sengsara Yesus Kristus dalam perayaan Jumat Agung kali ini,” ujarnya. Sebuah rencana yang lahir dalam situasi mendadak, tetapi dilaksanakan secara serius dalam suasana kekompakan dan kekeluargaan orang muda. Dengan minimnya persiapan meski dalam singkatnya waktu latihan, yang diperkirakan kurang dari dua minggu sejak perencaannya. Namun, dengan keberanian orang muda, agenda Tablo ini dijawabi dengan serius dan penuh gairah semangat oleh orang muda yang ada di Stasi St. Mikhael Dhawe.

Tablo yang diagendakan oleh orang muda ini menjadi satu-satunya Tablo di Paroki St. Joanne Baptista Wolosambi yang diperankan sebagai kenangan akan Sengsara Yesus. Juga menjadi bara semangat bagi orang muda stasi St. Mikhael Dhawe untuk terus berkreatifitas dalam menjajaki program-program iman orang muda. “Dinamika yang dilahirkan oleh drama ini, membangkitkan rasa haru bagi umat yang hadir hingga tetesan air mata pun tak bisa dibendung. Saya bangga dengan OMK Dhawe,” ujarnya. (Aris Loy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *