Januari 22, 2026

Visi Emas untuk NTT, AKSIBINDO Target 25 Ribu Anak Muda NTT dapat Sertifikat Profesi di Bidang Komputer

0
IMG-20251120-WA0040

Kupang[KP]- Pelajar dan mahasiswa asal NTT siap-siap mendapatkan sertifikat profesi di bidang komputer dan programmer. Hal ini sering dengan dibukanya program pelatihan dan sertifikasi profesi di bidang komputer sejak Kamis (20/11/2025) lalu di Kupang, NTT. Pembukaan Uji Kompetensi Gratis dihadiri langsung oleh Gubernur Nusa Tenggara Timur Melky Lakalena, Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi NTT Ambros Kodo, Dinas Komunikasi dan Informatika NTT, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT, Direktur Utama Bank NTT, Ketua Perkumpulan Perguruan Tinggi Agama Katolik Indonesia (Lingkup Kementerian Agama), Rm. Dr. Maxi Un Bria, Dekan Fakultas Teknik Undana, PP ISKA dan DPD ISKA NTT Blasius Lema, para pimpinan LSP Teknologi Informatika, serta para Kepala Sekolah SMK dan SMA se-Kota Kupang. Hadir juga puluhan perwakilan peserta uji kompetensi dari berbagai lembaga pendidikan di Kupang.

Ketua Umum Asosiasi Komputer Siber Indonesia (AKSIBINDO) Komang Purnama saat dikonfirmasi Selasa (25/11/2205) di Denpasar mengatakan, pembukaan Uji Kompetensi IT Gratis 2025 di NTT ini merupakan kerjasama antara AKSIBIND dengan LSP Teknologi Informatika. Kegiatan ini mengambil tema “SMK-SMA SDM NTT Produktif dan Tangguh.” Tema ini bukan sekadar kalimat, tetapi sebuah cita-cita besar untuk mempersiapkan generasi muda NTT agar siap menghadapi tantangan global. “Selama periode 20 hingga 28 November 2025, melalui kolaborasi strategis antara AKSIBINDO dan LSP Teknologi Informatika, serta difasilitasi oleh TUK Ayo Bangun NTT, dan LSP P1 SMKN 1 Kupang, kita menyelenggarakan program mulia ini yaitu uji kompetensi IT gratis untuk generasi muda NTT,” ujarnya.

Ia meyakinkan, AKSIBIND dan LSP Teknologi Informatika menargetkan 25 ribu slot uji kompetensi gratis bagi siswa dan mahasiswa asal NTT. “Kami sangat menyadari betapa pentingnya peran NTT dalam peta pembangunan nasional. Oleh karena itu, kami menetapkan target ambisius, namun sangat mungkin dicapai. Kami menyediakan 25.000 slot uji kompetensi gratis bagi siswa-siswi terbaik SMK dan SMA di NTT dengan syarat kurang mampu, tidak melanjutkan keperguruan tinggi,” ujarnya.

Ia menegaskan, pentingnya sertifikat uji kompetensi di zaman ini. Pengalaman di dunia kerja membuktikan, sertifikat kompetensi adalah paspor resmi yang mengakui keahlian teknis peserta di mata Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI). Ini memvalidasi bahwa mereka bukan hanya tahu tapi juga mampu melakukan pekerjaan. Program ini adalah langkah nyata dalam menjembatani kesenjangan antara kurikulum pendidikan dengan kebutuhan pasar kerja. Lulusan yang tersertifikasi akan lebih siap diserap oleh industri. “Kami punya visi emas untuk NTT. Dalam rangka mempersiapkan masa depan NTT menuju Indonesia Emas 2045, kualitas SDM adalah kunci utama. Melalui sertifikasi ini, kita mencetak sumber daya manusia NTT yang produktif dan tangguh, mampu bersaing tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga dengan SDM dari luar negeri,” ujarnya.

Uji Kompetensi ini akan dilaksanakan oleh TUK Ayo Bangun NTT yang merupakan inspirasi dan restu dari Gubernur dan Wakil Gubernur. AKSIBINDO dan ISKA telah melakukan penelitian di Bali tenaga kerja NTT yang bekerja di Bali. Kesimpulan hasil penelitian ketidakmampuan dari pencari kerja sama sekali tidak memiliki kompetensi dalam bidangnya, sehingga dihargai sangat murah karena kemampuan dan skill dari anak-anak dari NTT. “Untuk itu kami mengusulkan kepada Gubernur, Kadis Pendidikan, Kadis Kominfo dan Kadis Tenaga kerja, untuk meningkatkan kualitas SDM pemula melalui jalur upskilling extrem atau peningkatan ketrampilan secara exstrem atau program percepatan bakat dalam pendidikan di SMK melalui Uji Kompetensi, yaitu mulai kelas 1 semester 2 sudah mengikuti UK Muda, kelas 2 semester 4 mengikut UK Madya, dan kelas 3 semester 6 mengikuti UK senior/utama. Untuk itu AKSIBINDO bersedia untuk ikut bersama sama mewujubkan upskilling extrem tersebut,” ujarnya.

AKSIBINDO menargetkan 25.000 anak muda di Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk meraih Sertifikat Profesi di bidang komputer, mencakup keahlian perangkat lunak, jaringan, dan teknologi informasi dasar hingga tingkat lanjut. Langkah ini diambil untuk meningkatkan kebutuhan tenaga kerja berkompetensi teknologi di berbagai sektor.
“NTT memiliki potensi generasi muda yang besar. Dengan sertifikasi profesi, anak-anak muda kita akan lebih siap memasuki dunia kerja dan wirausaha digital, baik skala lokal maupun global,” ujarnya. Program ini mencakup beberapa bidang kompetensi antara lain, operator komputer muda, desain grafis dan multimedia, jaringan komputer, keamanan Siber, administrasi sistem informasi. Seluruh pelatihan akan diintegrasikan dengan standar BNSP sehingga peserta yang lulus akan mendapatkan Sertifikat Profesi Resmi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *