Pertimbang Kesehatan, Bali Batal Buka Akses Pariwisata bagi Turis Mancanegara

Denpasar[KP]-Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali Ida Ayu Indah menegaskan, Pemerintah Provinsi Bali akhirnya batal membuka akses pariwisata bagi turis mancanegara karena pertimbangan kesehatan. “Sekarang kita masih tetap harus memikirkan kesehatan nomor satu. Makanya Pak Gubernur sudah mengumumkan dan merilis bahwa Bali batal membuka akses pariwisata bagi turis mancanegara. Karena kalau pun dibuka, tidak banyak yang akan mengunjungi Bali karena Covid19 juga berdampak di negaranya,” ujarnya di Denpasar, Senin (24/8). Ia mengatakan, Bali saat ini memang sudah dibuka dua tahap sebelumnya. Tahap pertama untuk masyarakat lokal Bali, tahap kedua untuk wisatawan domestik yang sudah dibuka pada tanggal 31 Juli 2020. Bila tidak dibatalkan, maka rencananya tahap ketiga untuk wisatawan mancanegara akan dibuka pada tanggal 11 September 2020. Namun karena masih mempertimbangkan kesehatan, rencana pembukaan tahap ketiga akhirnya dibatalkan.
Bila tidak mempertimbangkan kesehatan maka Bali akan dibuka pada sudah 11 September 2020. “Tetapi kalau kita bicara wisatawan asing itu adalah kebijakan dari negara antar negara dan seandainya pun Indonesia sudah membuka diri pemerintah asing belum tentu mengizinkan warga negara mereka untuk traveling ke daerah kita. Kan terus terang saja kita kan masih daerah merah atau masih zona merah,” ujarnya. Untuk itu yang dilakukan pemerintah saat ini adalah mengajak para industri pariwisata untuk lebih memperhatikan penerapan protokol kesehatan. “Kalau orang ke Bali, orang tidak hanya memilih pemandangan yang bagus atau destinasi yang menarik atau budaya yang unik, tetapi protokol kesehatan itu menjadi sangat penting dan itu kami juga mohon kepada masyarakat juga untuk taat protokol kesehatan. Jadi bukan hanya industri pariwisata yang harus terapkan protokol kesehatan, tapi masyarakat juga harus taat. Karena yang dilihat bukan cuman industri pariwisatanya tetapi juga masyarakatnya,” ujarnya.
Peran serta masyarakat sangat penting dan ini akan dilihat dari penambahan kasus positif. Bila kasus positifnya bisa ditekan dan terus berkurang itu bisa menjadi satu indikator tersendiri bahwa masyarakat sudah memiliki kesadaran yang tinggi menerapkan protokol kesehatan. “Kami sangat memohon kepada masyarakat untuk tetap melakukan tiga hal yakni pakai masker, jaga jarak dan sering-sering cuci tangan. Karena dengan adanya verifikasi itu kalau misalnya suatu usaha pariwisata sudah layak secara protokol kesehatan mereka akan mendapatkan sertifikat verified itu bisa mereka unggah di website mereka atau bisa mereka letakkan di front office yang bisa dilihat oleh masyarakat umum dan itu akan menimbulkan rasa percaya dari wisatawan,” ujarnya.
Gubernur sangat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui 14 sektor aktivitas masyarakat. Salah satunya adalah sektor pariwisata untuk menerapkan protokol kesehatan. Saat ini Provinsi Bali sudah memverifikasi sekitar 250 hotel, restoran, destinasi yang sudah layak dikunjungi. Menurut Indah, kesehatan tetap menjadi nomor satu saat ini. Pertumbuhan ekonomi diharapkan akan berjalan seiring dengan geliat pariwisata domestik yang sudah berjalan. Saat ini pertumbuhan wisatawan domestik terus meningkat perlahan. A01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *