Tolak AWK, Masyarakat Nusa Penida Sweeping Pelabuhan Setempat

Denpasar[KP]-Puluhan tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda yang tergabung dalam Aliansi Nusa Penida dan Pemuda Nusa Penida Kabupaten Klungkung, Bali menolak kedatangan anggota DPD RI Dapil Bali Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna (AWK). Bukan hanya menolak kedatangan AWK ke Nusa Penida. Pada Minggu pagi hingga siang (1/11/2020), puluhan pemuda melakukan sweeping ke beberapa pelabuhan penyeberangan di Nusa Penida. Selain itu, sekelompok pemuda lainnya juga bersiaga di Pelabuhan Penyeberangan Sanur menuju Nusa Penida. Sweeping dan penolakan tersebut dilakukan sebab masyarakat menerima informasi jika anggota DPD RI Dapil Bali dua periode itu akan melakukan kunjungan kerja ke Nusa Penida dalam rangka bertemu masyarakat dan meminta maaf tentang tuduhan penistaan agama dengan cara melecehkan simbol agama Hindu.
Majelis Alit Nusa Penida I Wayan Supartawan saat dikonfirmasi melalui telp dengan awak media dari Denpasar membenarkan terjadi penolakan dan sweeping terhadap AWK di sejumlah pelabuhan baik di Nusa Penida maupun di Sanur. “Rencananya hari ini minggu ,1 Nopember 2020, Arya Wedakarna sebagai Anggota DPD RI wakil Bali yang juga dikenal sebagai pengikut Sampradaya Hare Krishna akan melakukan kunjungan kerja sekaligus klarifikasi serta Ngaturang Guru Piduka  di Pura Penataran Ped  Nusa Penida. Tetapi kami menolak, semua warga menolak. Kami tidak bisa menjamin keamanan dirinya jika AWK datang hari ini. Sebab masyarakat masih sangat marah, maka terjadilah sweeping itu,” ujarnya. Penolakan masih berkaitan dengan penistaan agama Hindu, melecehkan simbol Hindu. Terutama AWK dalam berkaitan dengan ceramah AWK yang telah merendahkan Ida Bhatara Ratu Gede Mas Mecaling yang bersthana di Pura Penataran Ped yang merupakan sesuhunan masyarakat Hindu Bali di Nusa Penida.
Supartawan menjelaskan, rencananya kedatangan AWK Ke Nusa Penida disampaikan awalnya oleh Sekretaris Penyarikan Adat Nusa Penida I Wayan Sukla pada hari Jumat tanggal 30 Oktober 2020 melalui pesan Wa. “Namun mengingat situasi dan kondisi masyarakat Nusa Penida khususnya para pecalang, tokoh masyarakat, tokoh adat masih dalamm keadaan emosi maka sebaiknya masyarakat langsung menolak AWK secara terbuka. Bahkan, arahan dari Kapolres Klungkung dan Kapolsek Nusa Penida di Wantilan Pura Penataran Ped akhirnya untuk kedatangan AWK ke Nusa Penida agar dibatalkan, dan pembatalan tersebut langsung sudah disampaikan oleh I Wayan Sukla kepada pihak AWK.             
Sekretaris Penyarikan Adat Nusa Penida I Wayan Sukla mengatakan bahwa dirinya sempat diajak bicara 4 mata oleh AWK pada hari Jumat tanggal 30 Oktober 2020. Pada saat itu dirinya mengikuti Press Conference serta klarifikasi di Ruang Pancasila Gedung DPD RI, bahwa dirinya(AWK) berencana akan mengadakan kunjungan kerja serta klarifikasi dan ngaturang guru piduka di Pura Penataran Ped. Selanjutnya untuk menindak lanjuti rencana aksi damai pada tanggal 3 November 2020 ke Kantor DPD RI Bali, masyarakat Nusa Penida akan melakukan rapat yang dihadiri oleh Pengurus/Panitia Pura 23  orang, Para Bendesa adat pengempon  25 orang, utusan Pura Ped 65 orangPecalang Pura Ped 18 orangSemoga kisruh akhir akhir ini yang menyangkut AWK dan Hare Krishna  segera mendapatkan perhatian serius serta sikap tegas dari PHDI Bali dan Majelis Desa Adat Bali agar tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan dan mengganggu keharmonisan masyarakat Hindu Bali. A01

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *