Pertama Kali, Perayaan Natal di Polres Jembrana

NEGARA [KP] – Perayaan Natal Oikumene untuk pertama kali antara umat Kristen (Kristen Katolik dan Kristen Protestan) di lingkungan Polres Jembrana akhirnya digelar Selasa (14/12) kemarin di Aula Polres Jembrana. Meski sederhana karena baru pertama kali digelar sejak Polres Jembrana berdiri, acara yang dipimpin Pendeta Jessico Valerius Sasmita dari Gereja Kristen Protestan Bali (GKPB) Jemaat Mandira Santi, Negara  ini berlangsung khidmat dan khusuk.

Hadir dalam perayaan tersebut Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana dan Wakapolres Kompol Marzel Doni. Hadir juga para Kabag, Para Kapolsek, Para Kasat di lingkungan Polres Jembrana serta 14 anggota Polisi yang bertugas di lingkungan Polres Jembrana yang beragama Katolik dan Protestan serta seorang ASN yang bertugas di lingkungan Polres Jembrana.

Pendeta Jessico Valerius Sasmita dalam renungannya mengatakan Tuhan Yesus sudah datang dan mengambil rupa manusia untuk menebus dosa umat manusia. Namun bagi kita yang hidup di zaman sekarang, berjumpa dengan Tuhan adalah hal sangat yang sulit. Hanya sedikit orang yang memiliki keistimewaan berjumpa langsung dengan Tuhan Yesus. Tapi dalam Injil Matius 25 : 31-46, Yesus mengajarkan kepada manusia bagaimana caranya bertemu dengan Yesus. Karena Yesus tampak dalam diri orang-orang yang memiliki kekurangan.

Dikatakan, saat itu Yesus datang sebagai Raja yang akan memisahkan manusia dalam dua kelompok. Yakni kelompok domba di sebelah kanan dan kelompok kambing di sebelah kiri. “Mari hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah kerajaan yang sudah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan,” kata Pendeta Jessico menirukan kata-kata Yesus. 

Sebab lanjut Pendeta Jessico, “Ketika Aku telanjang kamu memberi aku pakaian, ketika Aku sakit kamu merawat Aku, ketika Aku di dalam penjara, kamu mengunjungi Aku,” katanya lagi. 

Sesungguhnya, segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku. Hal ini menunjukkan kepada kita, bahwa dalam hidup ini ada hal penting yang harus diutamakan. Agar bisa bertemu Tuhan Yesus, kita harus bersaudara dengan orang yang paling  hina. Karena mereka adalah gambaran Tuhan yang nyata.

“Dalam persaudaraan dengan orang yang paling hina ada kasih sejati. Sebab, apa istimewanya kita apabila hanya menjalin persaudaraan dengan orang kaya, orang terpandang dan orang berpengaruh? Orang lain pun bisa melakukan itu. Tetapi dalam persaudaraan dengan orang paling hina, kita menemukan persaudaraan sejati karena dilakukan tanpa pamrih,” tegas Pendeta Jessico.

Kapolres Jembrana, AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan, Tema Natal Oikumene “Mengamalkan Kasih Persaudaraan yang Tulus Iklas dalam Melaksanakan Tugas Menuju Polri yang Presisi” harus diimplementasikan dalam tugas dan keseharian. Persaudaraan antaranggota Polres Jembrana juga harus terus dipupuk. Hal ini berkiatan erat pelaksanaan program. Apabila anggota sudah saling mendukung, jelas semua program kerja bisa dilaksanakan dengan baik. Ia juga berharap tahun 2021 merupakan tahun terakhir Bangsa Indonesia berperang melawan Virus Corona yang tidak kelihatan tetapi mematikan.

“Mari kita saling mendukung untuk menjaga kestabilan daerah dan negeri ini. Sebab tanggungjawab besar ada di pundak aparat Kepolisian untuk menciptakan rasa aman, rasa nyaman dalam diri masyarakat yang saat ini sedang  merasa kurang aman karena pandemi Covid-19. Termasuk menghadapi perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022,” kata Kapolres. Ketua Panitia Natal Oikumene Polres Jembrana, Kukuh Immanuel mengatakan, ini adalah perayaan Natal Bersama yang pertama di Polres Jembrana sejak lembaga ini berdiri. Ia berharap tahun selanjutnya program seperti ini terus digelar untuk menjalin keakraban antarumat Kristiani. Meski acara berlangsung sederhana, tetapi berkesan karena dilaksanakan dalam kerjasama yang tulus. A05

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *