Pandam Udayana: Jangan Mempersalahkan Pemerintah Soal Buka Pariwisata Bali

Denpasar[KP]-Pangdam IX/Udayana Mayjend TNI Maruli Simanjuntak meminta kepada para pelaku pariwisata di Bali agar jangan sampai terus mempersalahkan pemerintah soal minimnya turis asing di Bali. Sebab secara umum angka positif di Indonesia masih dua digit sehingga banyak negara di dunia masih kuatir ke Indonesia. “Konfirmasi kasus positif masih cukup tinggi. Mudah-mudahan dengan cara 3M dan 3T bisa teratasi. Bila sampai Nataru lewat maka ini sesuatu yang luar biasa,” ujarnya. Saat pariwisata Bali masih semi terbuka dan menyeramkan jika Indonesia tidak disiplin. Selain itu, banyak negara masih melakukan sistem karantina yang sangat ketat. Di China misalnya, karantina sampai 3 Minggu. Banyak negara lainnya menghadapai masalah yang sama sehingga pergerakan wisata juga tersendat.
Menurut Pangdam IX/Udayana, banyak sekali isu yang mengatakan bahwa pemerintah mempersulit pembukaan penerbangan langsung dari berbagai negara. “Kita sangat paham bahwa Bali ini tanpa turis mancanegara masih sangat jauh dari harapan. Karena sesuai data, turis mancanegara yang ke Bali hanya 37%. Selama ini didominasi tamu lokal,” ujarnya. Saat ini Bali memang sudah ramai tetapi hanya didominasi oleh turis lokal. Sementara yang diinginkan pariwisata Bali adalah turis mancanegara. Namun tetap sepi. Nataru ini adalah ujian besar bagi Bali. Jika aman sampai akhir tahun maka ini akan meningkatkan kepercayaan publik di dunia bagi Bali.
Terkait dengan event G20, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polda Bali dalam melakukan pengamanan. TNI akan membantu melakukan pengamanan dalam rangka membantu Polri. Kecuali para kepala negara atau setingkat kepala negara. Namun ia meminta agar keramaian dalam G20 ini tidak membuat masyarakat lengah dan mengabaikan Prokes, 3M, 3T dan seterusnya. Sebab KTTG-20 juga merupakan ujian bagi Bali untuk menerapkan Prokes secara ketat agar tidak ada klaster G20. A02

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *